Kebangkitan Era Portabilitas: Ketentuan Baru Uni Eropa Terkait Standar Baterai Perangkat Elektronik

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Kompas1.id
Dunia teknologi sedang menghadapi perubahan besar. Selama bertahun-tahun, ponsel pintar dan perangkat sejenis lebih banyak dirancang dengan baterai yang terpasang permanen. Tujuannya agar bentuk perangkat terlihat lebih ramping dan mampu bertahan saat terkena air maupun debu. Namun, kebijakan baru yang ditetapkan oleh Uni Eropa di Brussel membawa angin perubahan. Mulai tahun 2027 nanti, seluruh perusahaan pembuat perangkat elektronik wajib menyediakan produk dengan baterai yang dapat dilepas dan dipasang kembali oleh pengguna. Sabtu (25/04/2026)

Langkah ini bukan sekadar mengembalikan desain seperti pada ponsel-ponsel zaman dulu. Sebaliknya, kebijakan ini merupakan perwujudan nyata dari hak setiap orang untuk dapat memperbaiki barang miliknya sendiri.

Dasar Pemikiran: Menjaga Kelestarian Lingkungan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alasan utama ditetapkannya peraturan ini adalah demi mendukung pelestarian alam dan penggunaan sumber daya secara bertanggung jawab. Baterai merupakan bagian dari perangkat yang paling cepat mengalami penurunan kualitas seiring pemakaian. Dengan membuatnya mudah diganti, Uni Eropa menargetkan beberapa hal penting, antara lain:

– MMemperpanjang masa pemakaian perangkat, sehingga masyarakat tidak perlu membeli barang baru hanya karena kinerja baterainya sudah menurun.
– Mengurangi jumlah limbah dari barang-barang elektronik yang saat ini sudah menjadi masalah serius di seluruh dunia.
– Mempermudah proses mendaur ulang bahan berharga yang ada di dalam baterai, seperti litium dan kobalt, sehingga sumber daya alam dapat dimanfaatkan dengan lebih efisien.

Dampak yang Meluas dan Tantangan yang Harus Dihadapi

Meskipun peraturan ini hanya berlaku di wilayah Uni Eropa, pengaruhnya diperkirakan akan terasa di seluruh dunia. Mengingat proses pembuatan dan pendistribusian perangkat elektronik melibatkan jaringan yang sangat luas, perusahaan-perusahaan besar seperti Samsung, Xiaomi, maupun Google kemungkinan tidak akan membuat rancangan produk yang berbeda secara signifikan hanya untuk pasar satu kawasan saja. Akibatnya, standar baru ini bisa saja diterapkan di mana-mana.

Baca Juga:  Malam. mencekam Dua Kereta Api Bertabrakan Membuat Panik para penumpang

Namun, perubahan ini juga memiliki tantangan tersendiri. Selama ini, baterai yang terpasang permanen memudahkan produsen membuat perangkat yang tahan air dan debu. Kini, mereka harus menemukan cara baru agar sifat ketahanan tersebut tetap terjaga, meski baterai dirancang agar mudah dibongkar pasang.

Pengecualian dan Strategi Perusahaan Besar

Menariknya, ada ketentuan khusus dalam peraturan ini. Perusahaan tidak wajib mengikuti aturan tersebut jika baterai produk buatannya masih mampu menyimpan daya sebesar 80% dari kapasitas aslinya, meski sudah dipakai dan diisi ulang sebanyak 1.000 kali.

Perusahaan Apple dikabarkan tengah mempersiapkan langkahnya. Melalui salah satu petingginya, John Ternus, perusahaan itu menyatakan bahwa mereka tetap berfokus pada kualitas dan ketahanan perangkat secara keseluruhan. Disebutkan bahwa produk terbaru mereka, seri iPhone 15, sudah hampir memenuhi standar ketahanan tersebut. Jika hal itu tercapai, Apple tidak perlu mengubah desain baterai perangkatnya, dengan alasan bahwa kualitas dan keawetan perangkat secara keseluruhan jauh lebih penting daripada kemudahan mengganti baterai saja.

Menuju Ekosistem Teknologi yang Lebih Baik

Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk ponsel dan komputer tablet, tetapi juga akan diterapkan pada perangkat lain seperti alat yang dapat dikenakan di tubuh, kacamata pintar, hingga perangkat permainan genggam yang akan datang.

Pada akhirnya, aturan ini membawa manfaat besar bagi konsumen. Kita sedang menuju masa depan di mana perangkat teknologi tidak hanya canggih, tetapi juga dirancang untuk dapat dipakai dalam waktu lama serta tidak merusak lingkungan. Zaman di mana barang elektronik dianggap sebagai barang yang dipakai lalu dibuang akan segera berakhir. Sebaliknya, barang-barang ini akan menjadi sesuatu yang dapat dijaga, diperbaiki, dan dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

BOB HARIAWAN
KABIRO Kota Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Pramuka ke-65, Kang Edo Apresiasi Gerakan KDM Perkuat Kesadaran Masyarakat tentang Bahaya Obat Terlarang
URC RESMOB POLRES TOMOHON INTENSIFKAN PATROLI JAM RAWAN, SASAR TITIK ATM DAN ANTISIPASI SAJAM
Sempat Todongkan Pisau ke Remaja, Pelaku Curas Rp50 Juta di Way Tuba Diringkus Polisi
Menjemput Keberkahan di Hari Agung: Ketulusan Berbagi untuk Sesama
Sambut Hari Pramuka: Memperkuat Peran Pramuka dalam Mencetak Generasi Muda Berkarakter
CEGAH KEJAHATAN, POLSEK MARGAASIH POLRES CIMAHI CEK KOS-KOSAN DI DESA NANJUNG
Fantastis Aggaran Internet kominfo Ogan Ilir Tak Sesuai Sirup
Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat untuk Cegah Kejahatan Keuangan Digital
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Hari Pramuka ke-65, Kang Edo Apresiasi Gerakan KDM Perkuat Kesadaran Masyarakat tentang Bahaya Obat Terlarang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:55 WIB

URC RESMOB POLRES TOMOHON INTENSIFKAN PATROLI JAM RAWAN, SASAR TITIK ATM DAN ANTISIPASI SAJAM

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Sempat Todongkan Pisau ke Remaja, Pelaku Curas Rp50 Juta di Way Tuba Diringkus Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:02 WIB

Menjemput Keberkahan di Hari Agung: Ketulusan Berbagi untuk Sesama

Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:42 WIB

Sambut Hari Pramuka: Memperkuat Peran Pramuka dalam Mencetak Generasi Muda Berkarakter

Berita Terbaru