SEMAINDO Desak Kejati Maluku Utara Segera Panggil dan Periksa Dirut RSUD Jailolo dr. Novimaryana Drakel, Ungkap Dugaan Kejanggalan Anggaran BLUD Rp.22 Miliar

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id Halmahera Barat –
SEMAINDO Halmahera Barat mendesak Kejaksaan Tinggi Maluku Utara untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah hukum dengan memanggil serta memeriksa Direktur Utama RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel, terkait dugaan ketidaktransparanan dan potensi penyimpangan anggaran BLUD.

Desakan ini didasarkan pada data keuangan RSUD yang menunjukkan total pendapatan BLUD mencapai Rp22.067.940.784,93, dengan rincian:

Pendapatan BPJS: Rp17.300.831.300
Pendapatan jasa umum: Rp1.447.684.606
Pendapatan lain-lain: Rp21.383.352
Saldo awal: Rp3.298.041.526,93

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, otal belanja BLUD tercatat sebesar Rp19.395.395.195,42, dengan komposisi:

Jasa pelayanan: Rp9.169.525.775,22
Belanja barang dan jasa: Rp4.634.685.388,20
Belanja obat: Rp4.682.742.632
Belanja modal: Rp889.941.400
Belanja pegawai: Rp18.500.000

Adapun sisa kas BLUD tercatat sebesar Rp2.679.658.487,74, yang secara matematis terlihat seimbang, namun menurut SEMAINDO menyimpan banyak kejanggalan dalam struktur penggunaannya.

Ketua SEMAINDO Halmahera Barat, Sahrir Jamsin, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa lagi dipandang sebagai isu administratif biasa, melainkan sudah masuk pada indikasi serius yang membutuhkan penanganan hukum.

“Ini bukan sekadar soal angka yang cocok di atas kertas. Ini soal bagaimana anggaran Rp22 miliar itu digunakan. Struktur belanja yang tidak proporsional, terutama jasa pelayanan yang mencapai Rp9,1 miliar, harus dipertanyakan secara hukum,” tegas Sahrir.

Ia menilai, dominasi belanja jasa pelayanan yang hampir 47% dari total belanja tanpa transparansi indikator kinerja merupakan sinyal kuat adanya potensi penyalahgunaan.

“Dalam analisis ekonomi publik, belanja harus berbasis output pelayanan. Tapi jika hampir setengah anggaran habis tanpa kejelasan distribusi dan indikator, maka itu bukan lagi efisiensi, tapi potensi pemborosan atau penyimpangan,” ujarnya.

Lebih jauh, Sahrir menegaskan bahwa Kejaksaan Tinggi Maluku Utara tidak boleh menunggu dan harus segera bertindak.

Baca Juga:  Bangga..! Wika dan Siti Lolos CPNS, Siap Mengabdi untuk Kabupaten Bandung lebih Bedas.

“Kami tegaskan: Kejati Maluku Utara tidak boleh diam. Segera panggil dan periksa Direktur Utama RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel. Jangan tunggu kasus ini menjadi bola liar di publik,” tegasnya.

Menurutnya, lambannya penanganan justru akan memperkuat kecurigaan publik terhadap adanya upaya pembiaran.

“Kalau aparat penegak hukum lambat, maka publik akan menilai ada pembiaran. Ini berbahaya bagi kepercayaan masyarakat. Kejati harus hadir dan bertindak cepat,” katanya.

Sahrir juga menyoroti bahwa klarifikasi yang disampaikan pihak RSUD sejauh ini tidak menjawab substansi persoalan, bahkan terkesan normatif dan tidak berbasis data rinci.

“Klarifikasi yang disampaikan hanya retorika. Seharusnya sebagai Direktur, menjelaskan angka secara tegas, bukan terkesan meraba-raba dan tidak konsisten. Ini memperkuat dugaan ada tekanan dan sesuatu yang ditutup-tutupi,” ujarnya.

SEMAINDO menegaskan bahwa dengan besarnya anggaran yang dikelola, pengawasan hukum adalah sebuah keharusan.

“Ini uang rakyat, ini sektor kesehatan. Tidak boleh ada ruang gelap. Kejati harus segera masuk, periksa, dan buka semuanya ke publik,” tegas Sahrir.

Selain itu, SEMAINDO juga menuntut dilakukannya audit terbuka yang melibatkan lembaga independen dan disaksikan langsung oleh masyarakat.

“Kalau tidak ada masalah, buktikan dengan audit terbuka. Tapi kalau terus dihindari, maka publik punya alasan kuat untuk curiga,” tambahnya.

Di akhir pernyataan, Sahrir menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti sampai ada tindakan nyata dari aparat penegak hukum.

“Kami akan terus kawal. Jika Kejati tidak bergerak, kami siap turun aksi besar dan mendorong proses hukum lebih jauh. Ini bukan lagi dugaan biasa, ini sudah menyangkut potensi penyalahgunaan anggaran, “tutupnya.

(Noval).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Truk Tangki Pengangkut BBM Terbakar Hebat di Tol Cikopo-Palimanan, Arus Lalin Sempat Lumpuh
Tim Sancang Polres Garut Kembali Tangkap Pelaku Curanmor, 17 Sepeda Motor Berhasil Diamankan
Bupati Lampung Utara dan Dandim 0412 Turun Tangan, Ketegangan Warga Pekurun dengan Oknum TNI Berakhir Damai Melalui Musyawarah Adat
Satreskrim Polres Pangandaran Bongkar Sindikat Pencurian Bermotor, Tiga Pelaku Diringkus
Arena Sabung Ayam di Kebun Bambu Digerebek Polisi, Sejumlah Barang Bukti Diamankan
Polsek Singajaya Berhasil Ungkap Kasus Bongkar Rumah, Pelaku Diamankan Setelah Buron Sebulan
Gelar Rakor Lintas Sektoral, Polres Bekasi Kota Matangkan Operasi Patuh Jaya 2026 Mulai 8 Juni
Anggota Polsubsektor Sindang Bantu Warga Cari Pria yang Dilaporkan Hilang di Kecamatan Sindang
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:50 WIB

Truk Tangki Pengangkut BBM Terbakar Hebat di Tol Cikopo-Palimanan, Arus Lalin Sempat Lumpuh

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:33 WIB

Tim Sancang Polres Garut Kembali Tangkap Pelaku Curanmor, 17 Sepeda Motor Berhasil Diamankan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:26 WIB

Bupati Lampung Utara dan Dandim 0412 Turun Tangan, Ketegangan Warga Pekurun dengan Oknum TNI Berakhir Damai Melalui Musyawarah Adat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:04 WIB

Satreskrim Polres Pangandaran Bongkar Sindikat Pencurian Bermotor, Tiga Pelaku Diringkus

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:44 WIB

Arena Sabung Ayam di Kebun Bambu Digerebek Polisi, Sejumlah Barang Bukti Diamankan

Berita Terbaru