Pungutan liar (pungli) di Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berujung pembacokan. Aksi premanisme tersebut dilakukan seorang pria berinisial AH (43) terhadap petugas tiket masuk Pantai Santolo.

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut Kompas1.id
Peristiwa berdarah ini terjadi di portal masuk objek wisata Pantai Santolo pada Selasa (31/3/2026). Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, pelaku AH mendatangi lokasi kejadian dan menanyakan keberadaan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT). Tak hanya itu, pelaku juga meminta uang sebesar Rp 200 ribu dari hasil retribusi wisata

Kasi Humas Polres Garut, Ipda Adi Susilo mengatakan, penolakan dari petugas tiket masuk Pantai Santolo memicu kemarahan pelaku pungli tersebut.

“Pelaku datang membawa senjata tajam jenis golok dan terlibat cekcok dengan petugas karena permintaannya tidak dipenuhi,” jelas Adi Susilo, Rabu (8/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat serangan tersebut, dua orang petugas yang sedang berjaga, yakni Pikri Fauzan (21), dan Liga Ginanjar (31), mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian tangan.

Baca Juga:  Diduga Terjadi Kecurangan di SPBU Daerah Melawi, Pengisian BBM Gunakan Jeriken dalam Jumlah Besar Disorot Warga

Setelah kejadian, kedua korban langsung dilarikan ke Puskesmas Pameungpeuk untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.

Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan pelaku AH tak lama setelah aksi brutalnya. Saat ini, pelaku pungli di Pantai Santolo tersebut tengah menjalani pemeriksaan mendalam oleh unit Jatanras Polres Garut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Kasus ini menambah daftar panjang aksi premanisme di wilayah hukum Garut yang dipicu oleh praktik pungli. Pelaku kini terancam hukuman penjara atas dugaan penganiayaan berat dengan menggunakan senjata tajam.

Wa Ratno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo
Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.
Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara
Menembak Begal*
‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha
Warga Rancaekek Gempar, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Citarik
KDS Berikan Beasiswa S2 untuk Duta Pesantren Kabupaten Bandung
Kekuatan Nama ‘Dedi’ di Jawa Barat: Kang Dedi Mulyadi Kumpulkan Sesama Pemilik Nama, Langsung Viral
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:59 WIB

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:50 WIB

Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:55 WIB

‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB