Hadiri Undangan Rapat Terbuka dengan DPRD-Halut. KNPI Buka-bukaan Soal Harga Kelapa Global.!

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id Tobelo
-Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Utara (Halut) Menghadiri undangan rapat terbuka bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Utara diruang rapat Bangsaha. (7/4/26)

Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan DPRD Halut. Agustina Lesnusa (Ketua DPRD Halut), Yusril bailusi (Wakil ketua I) Ingrid paparang (Wakil ketua II) bersama dengan seluruh anggota komisi I-III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Halmahera Utara.

Ketua Umum KNPI Halmahera Utara “Devid Marthin” yang juga dikenal sebagai Presiden Pemuda Halmahera Utara, menegaskan bahwa selama ini terjadi ketimpangan serius antara nilai global dan harga yang diterima petani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketum KNPI Halut “Devid Martin” Kelapa kita mahal di pasar dunia, tapi murah di tangan petani. Ini tidak masuk akal dan tidak boleh terus dibiarkan. Menghargai petani dengan angka Rp3.000 per butir itu bukan angka tinggi, itu angka yang adil.” Tegas Devid.

Baca Juga:  Maung Bandung: Menjemput Takdir, Mengukir Sejarah

Devid juga menegaskan bahwa, Angka 3.000 bukanlah sebuah angka tinggi jika di hitung dengan teliti.

“Dengan Harga Rp.3.000 per butir bukan angka spekulatif, melainkan hasil perhitungan ekonomi berbasis harga global dan realitas lokal. Ujar Devid.”

KNPI juga merasa pesimis, Jika skema ini tidak bisa dikontrol oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Maka Kehadiran PT. Nico gagal dalam menciptakan ekonomi petani kelapa yang layak dan SETARA.

“Jika harga tetap berada di bawah angka tersebut, maka yang terjadi bukan mekanisme pasar yang sehat, melainkan ketimpangan yang terus merugikan petani. Tutup Presiden Pemuda Halut

(Dj/Noval).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo
Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.
Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara
Menembak Begal*
‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha
Warga Rancaekek Gempar, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Citarik
KDS Berikan Beasiswa S2 untuk Duta Pesantren Kabupaten Bandung
Kekuatan Nama ‘Dedi’ di Jawa Barat: Kang Dedi Mulyadi Kumpulkan Sesama Pemilik Nama, Langsung Viral
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:59 WIB

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:50 WIB

Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:55 WIB

‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB