Lebaran dan Touring Keluarga: Potret Kebahagiaan yang Dijanjikan Islam

- Penulis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 01:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Idul Fitri selalu datang sebagai momentum yang dipenuhi suka cita. Setiap tahun kita merayakannya dengan penuh kegembiraan, menghidupkan berbagai tradisi yang menautkan kebersamaan umat Islam di seluruh dunia.

Kemeriahan Lebaran telah menjelma menjadi perayaan global sebuah pesta kebahagiaan yang menghubungkan hati-yang kembali suci.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di antara ragam cara merayakan Lebaran, kegiatan touring atau perjalanan keluarga menjadi salah satu tradisi yang cukup sering dilakukan.

Tidak sedikit keluarga yang menjadikan momen usai Idul Fitri sebagai waktu khusus untuk bepergian bersama, bahkan hingga beberapa hari, seperti yang rutin dilakukan oleh salah seorang kerabat kami.

Setiap tahun, mereka melintasi antarprovinsi selama sekitar lima hari, menggunakan kendaraan pribadi dan dipimpin langsung oleh sang kepala keluarga sebagai sopir sekaligus penanggung jawab perjalanan.

Ini murni liburan keluarga—tanpa izin dinas, tanpa SPPD, tanpa fasilitas resmi. Semua unsur perjalanan adalah milik sendiri: mobil pribadi, tenaga pribadi, dana pribadi, seluruhnya dikelola sebagai bentuk tanggung jawab seorang suami kepada keluarganya.

Jika dianalisis, perjalanan semacam ini tentu menguras tenaga dan biaya. Sang suami harus mengemudi, menjaga fokus, memastikan keselamatan, memikirkan logistik, bahkan merogoh kocek yang tidak sedikit.

Lalu, mengapa ia tetap melakukannya setiap tahun tanpa jera? Apa tidak lelah? Tidak rugi?
Jawabannya jelas: karena semua itu menghasilkan kebahagiaan. Ada kepuasan batin, ada cinta yang tumbuh, ada kebersamaan yang tidak ternilai. Biaya yang dikeluarkan tidak pernah dianggap sebagai kerugian—justru sebagai ladang pahala dan investasi keluarga.

Baca Juga:  Pra Musrenbang 2026, Pemkab Lampung Selatan Matangkan Strategi Percepatan Penurunan Stunting

Sebagai muslim yang taat, sang suami memahami konsep infaq yang dijanjikan Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah (2):261:

“Perumpamaan orang-orang yang membelanjakan harta mereka di jalan Allah bagaikan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai,dan pada setiap tangkai terdapat seratus biji.

Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki…”
Keyakinan ini membuatnya mantap: harta yang dikeluarkan untuk keluarga tidak pernah hilang.

Nafkah adalah bentuk infaq dalam lingkup keluarga; sesuatu yang dikeluarkan karena perintah agama dan menjadi kewajiban yang berpahala. Di situlah letak kebahagiaannya—bukan semata soal perjalanan, tetapi ketenangan karena sudah menunaikan amanah Allah.

Di sisi lain, istri mendapatkan haknya untuk dinafkahi, diajak, dan dilibatkan dalam kebersamaan keluarga. Ia pun menunaikan kewajibannya: mengikuti keputusan suaminya, mendukung perjalanan, serta menyiapkan kebutuhan keluarga selama bepergian—mulai dari pakaian, makanan, hingga keperluan anak-anak.

Perjalanan ini bukan sekadar touring; ia adalah gambaran kecil tentang bagaimana Islam memfasilitasi kebahagiaan dalam rumah tangga. Ada cinta, ada tanggung jawab, ada ibadah yang berjalan seiring, dan ada pahala yang mengalir dari setiap rupiah, tenaga, dan waktu yang dibelanjakan.

Lebaran menjadi bukan hanya momen kembali fitrah, tetapi juga momen merawat kebersamaan keluarga dalam bingkai ibadah.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil
Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Amaliah Sobli, Serap Aspirasi Warga Desa Rantau Panjang
VS Aesthetic Clinic: Dedikasi Kecantikan dengan Sentuhan Hati dan Profesionalisme Tanpa Batas
Mantan Menteri Ristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook
Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan, 2 Petugas Diganjar Piagam Penghargaan
Ngahiji Dina Napas, Raga-Rasa-Jiwa: Seni Pernapasan Usik Budi Bawana Tekankan Harmoni Fisik dan Spiritual
Dedi Mulyadi Lontarkan Peringatan Keras: Pengawasan Dana Desa Makin Ketat, Penyimpangan Tak Akan Dibiarkan
Sentra Abiyoso dan Dinsos Gelar Sunatan Massal Gratis untuk Anak Kurang Mampu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:06 WIB

‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:02 WIB

Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Amaliah Sobli, Serap Aspirasi Warga Desa Rantau Panjang

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:15 WIB

VS Aesthetic Clinic: Dedikasi Kecantikan dengan Sentuhan Hati dan Profesionalisme Tanpa Batas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:31 WIB

Mantan Menteri Ristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WIB

Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan, 2 Petugas Diganjar Piagam Penghargaan

Berita Terbaru