Menu MBG di SDN Bandung Disorot: Siswa Dapat Mi Instan dan Pisang Saat Ramadan

- Penulis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Bandung menuai sorotan publik. Pasalnya, siswa dilaporkan menerima menu yang dianggap tidak lazim saat bulan Ramadan, yakni mi instan dan satu buah pisang.

Menu tersebut memicu keluhan dari sejumlah orang tua siswa. Mereka menilai makanan yang diberikan jauh dari standar gizi yang seharusnya dipenuhi dalam program MBG. Bahkan, sebagian orang tua khawatir konsumsi mi instan dapat berdampak buruk pada kesehatan anak, terutama jika diberikan secara rutin.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, menu tersebut dibagikan di salah satu SDN di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Temuan ini kemudian viral di media sosial dan memicu perdebatan di kalangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa setiap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) seharusnya melibatkan tenaga ahli gizi dalam menentukan menu makanan bagi siswa.

Menurutnya, ahli gizi memiliki peran penting untuk memberikan rekomendasi sekaligus persetujuan terhadap setiap menu yang akan didistribusikan kepada penerima program.

“Setiap keputusan terkait menu seharusnya melalui rekomendasi tim gizi. Pasti ada proses persetujuan sebelum menu itu dibagikan,” ujar Dadang saat ditemui di Gedung Moh Toha, Soreang, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga:  Satpol PP Tertibkan Galian Tanah Ilegal di Kampung Gembong, Warga Lega

Ia menambahkan, penyusunan menu tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja. Seluruh komponen yang terlibat dalam operasional dapur SPPG turut berperan dalam proses tersebut.

“Tidak mungkin hanya mitra atau SPPG saja. Semua komponen yang ada di dapur pasti terlibat,” katanya.

Dadang menjelaskan, menu makanan dalam program MBG seharusnya ditentukan setiap hari melalui proses koordinasi dan kesepakatan bersama para pekerja di dapur SPPG.

Karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk memastikan apakah prosedur yang seharusnya telah dijalankan dengan benar.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang bermain dengan anggaran program MBG. Pasalnya, setiap porsi makanan dalam program tersebut telah ditetapkan dengan nilai Rp10.000 per siswa.

“Terutama terkait anggaran untuk masyarakat penerima manfaat, jangan sampai diutak-atik. Hak mereka harus diberikan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Bandung berencana memanggil seluruh pengelola SPPG dan mitra pelaksana setelah Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut berjalan sesuai tujuan dan tidak mengecewakan masyarakat.(Red)

 

 

Sumber: Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru