KOMPAS1.id || Indonesia diperkirakan akan menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dan cenderung lebih kering pada tahun 2026. Prediksi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setelah melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi iklim global.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih awal di hampir setengah wilayah Indonesia.
Berdasarkan analisis BMKG, sekitar 114 zona musim atau 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.
Beberapa wilayah yang diprediksi lebih dulu mengalami kemarau antara lain:
• Pesisir utara Jawa bagian barat
• Sebagian besar wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur
• Nusa Tenggara Barat (NTB)
• Nusa Tenggara Timur (NTT)
• Sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi
Selanjutnya, pada Mei 2026, sekitar 184 zona musim diperkirakan menyusul memasuki musim kemarau. Kemudian 163 zona musim lainnya akan mulai mengalami kemarau pada Juni 2026.
BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026, ketika kondisi kering meluas hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Secara keseluruhan, sekitar 57 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang bergerak di sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air, untuk mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini guna menghadapi potensi kemarau panjang tahun ini.(Red)










