Memanasnya konflik Iran–Israel–Amerika Serikat bikin ribuan keluarga di Jawa Barat harap-harap cemas. Tercatat 3.960 warga asal Jabar saat ini berada di kawasan Timur Tengah

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh warga tersebut dalam pemantauan intensif. Data dihimpun dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat dan terus diperbarui sesuai perkembangan situasi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, menyebutkan mayoritas merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI), namun ada juga mahasiswa hingga jemaah umrah yang tertahan akibat kondisi keamanan.

Untuk meredam kepanikan keluarga di tanah air, Pemprov Jabar membuka hotline 24 jam di 0821-2603-0038. Setiap laporan yang masuk akan langsung dikoordinasikan dengan instansi terkait dan pemerintah pusat.

“Yang terpenting sekarang komunikasi jangan sampai putus,” ujar Adi.

Sementara itu, koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus dilakukan. Soal evakuasi massal? Pemprov masih menunggu instruksi resmi.

Di tengah situasi tak menentu, satu hal jadi pesan penting: tetap tenang, pantau informasi resmi, dan manfaatkan hotline jika butuh bantuan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bulan Kemerdekaan 2026 Resmi Diluncurkan, Pemerintah Siapkan Rangkaian Agenda Nasional Sambut HUT ke-81 RI
DARURAT INTEGRITAS : 5 KEPALA DAERAH JATENG DIJERAT KPK, ALARM UNTUK SELURUH DAERAH.
H. DADAN SOBARA, S.KOM MM SIAP NAHKODAI DPW LSM HARIMAU JAWA BARAT USUNG VISI “PENGAWASAN & PEMBERDAYAAN”.
Menjalit Ketulusan di Hari yang Penuh Berkah: Catatan Kecil dari Aksi Berbagi Lendeng N D’Gank Chapter Barat
Pelayanan Alih Media Dinilai Terlalu Lama, Masyarakat Keluhkan Proses Hingga Berbulan-bulan
Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Belajar Ekoteologi Air Hujan di Sekolah Air Hujan Banyu Bening.
Pemkot Bandung Kaji Penambahan Panic Button, Percepat Respons Darurat dan Tingkatkan Keamanan Ruang Publik
Satu Pesan Singkat, Sejuta Kerugian: Saat “Permohonan Maaf” IndiHome Tak Lagi Membayar Tagihan Layanan
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:09 WIB

Bulan Kemerdekaan 2026 Resmi Diluncurkan, Pemerintah Siapkan Rangkaian Agenda Nasional Sambut HUT ke-81 RI

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:04 WIB

DARURAT INTEGRITAS : 5 KEPALA DAERAH JATENG DIJERAT KPK, ALARM UNTUK SELURUH DAERAH.

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:11 WIB

H. DADAN SOBARA, S.KOM MM SIAP NAHKODAI DPW LSM HARIMAU JAWA BARAT USUNG VISI “PENGAWASAN & PEMBERDAYAAN”.

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:52 WIB

Menjalit Ketulusan di Hari yang Penuh Berkah: Catatan Kecil dari Aksi Berbagi Lendeng N D’Gank Chapter Barat

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:44 WIB

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Belajar Ekoteologi Air Hujan di Sekolah Air Hujan Banyu Bening.

Berita Terbaru