Musyawarah dan Pengukuhan DPC Gajah Putih Mega Paksi Pusaka, Kabupaten Garut

- Penulis

Sabtu, 27 September 2025 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, KOMPAS1.id
27 September 2025 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gajah Putih Mega Paksi Pusaka Kabupaten Garut hari ini menggelar musyawarah sekaligus rapat pengukuhan pengurus baru untuk masa bakti periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Maret 2026. Acara tersebut menjadi momentum awal dari program revitalisasi keorganisasian yang telah lama berdiri sejak tahun 1959.

Sekertaris  DPC, Zamzam, dalam wawancaranya menjelaskan bahwa kegiatan ini juga berkaitan dengan Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang menetapkan masa tugas organisasi selama lima tahun, yakni mulai 17 Agustus 2025 hingga 17 Agustus 2030.

“Hari ini kita musyawarah untuk pengukuhan pengurus baru DPC. Ini bagian dari penyegaran organisasi yang sudah cukup tua, karena berdiri sejak 1959. SK dari DPP berlaku 5 tahun, dan ini adalah langkah awal untuk memperkuat kembali struktur organisasi di Kabupaten Garut,” ujar Zamzam.
Salah satu fokus utama DPC ke depan adalah melakukan pendataan ulang terhadap anggota keluarga besar Gajah Putih di Kabupaten Garut. Diperkirakan jumlah anggota mencapai lebih dari 70.000 orang, namun hingga kini data resmi masih belum lengkap.
“Kita akan lakukan mapping secara menyeluruh dalam dua bulan ke depan, sampai November 2025. Kita ingin memastikan apakah benar jumlah anggota mencapai 70.000 atau bahkan lebih,” tegas Zamzam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain pendataan, DPC juga mulai melengkapi struktur organisasi hingga tingkat PAC (Pimpinan Anak Cabang) di tiap kecamatan, serta ranting dan sektor yang mencakup satuan-satuan paguron (perguruan) yang tersebar di hampir seluruh wilayah Garut.
“Struktur PAC dan sektor perlu diperbarui. Harus ada SK baru dari DPC untuk setiap PAC agar bisa menyusun program kerja yang relevan dan menyegarkan roda organisasi,” tambahnya.
Zamzam juga menyoroti pentingnya peran organisasi dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Garut yang menurutnya masih tertinggal dari sisi kesejahteraan.
“Kita akan mendorong pemberdayaan seluruh keluarga besar Gajah Putih untuk meningkatkan kesejahteraan. Melalui paguyuban ini, kita ingin berkolaborasi dengan pemerintah dan membantu program-program pembangunan di daerah,” jelasnya

Baca Juga:  Melalui Seni Tari Topeng Andhara Qirania Rahma Go to Internasional

Dalam kesempatan yang sama, salah satu Dewan Sesepuh yang juga merupakan ahli waris dari pendiri organisasi, menegaskan bahwa ajaran leluhur akan tetap menjadi pondasi utama.
“Kita akan terus mengembangkan dan melestarikan seni budaya asli Garut. Harapan kami, DPC bisa solid menjaga warisan budaya ini,” tuturnya.
Sementara itu, Buchori Ketua DPC Gajah Putih Mega Paksi Pusaka Kabupaten Garut juga memberikan pesan kepada seluruh santri dan murid-murid yang aktif berlatih di berbagai wilayah.
“Tetap semangat dan teguh pada pertalekan Gajah Putih. Jangan pernah mengubah jurus-jurus dan lambang kebesaran organisasi. Mari kita jaga apa yang telah diwariskan oleh para pendiri,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia di Tasikmalaya, Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya Sunda
Pekan Gawai Dayak Sintang ke-XIII 2026 Resmi Dibuka, Lestarikan Warisan Leluhur Sekaligus Dorong Ekonomi Daerah
Merawat Budaya dan Menjaga Air: Uji Publik Film Dokumenter “Nafas Leluhur” Ajak Publik Renungkan Nilai Tradisi
Menjaga Leuit, Merawat Masa Depan: Pelajaran Swasembada Pangan dari Kampung Adat
Peringati 10 Tahun Kerja Sama, DIY dan Victoria Hadirkan Kolaborasi Wayang Kulit dan Melbourne Symphony
PHRI dan Disparekraf Gelar Konsolidasi Perkuat Sinergi Pariwisata Daerah
Selamatan Keberangkatan BAIT Sugiarti Melanjutkan Pendidikan ke SMK Negeri 1 Sintang
Ekskavasi Situs Gedong Pusaka di Bantul Ungkap Fondasi dan Struktur Bangunan Masa Lalu
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Semarak Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia di Tasikmalaya, Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya Sunda

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:56 WIB

Pekan Gawai Dayak Sintang ke-XIII 2026 Resmi Dibuka, Lestarikan Warisan Leluhur Sekaligus Dorong Ekonomi Daerah

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:42 WIB

Merawat Budaya dan Menjaga Air: Uji Publik Film Dokumenter “Nafas Leluhur” Ajak Publik Renungkan Nilai Tradisi

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:17 WIB

Menjaga Leuit, Merawat Masa Depan: Pelajaran Swasembada Pangan dari Kampung Adat

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:59 WIB

Peringati 10 Tahun Kerja Sama, DIY dan Victoria Hadirkan Kolaborasi Wayang Kulit dan Melbourne Symphony

Berita Terbaru

Berita

Negeri Banyak Dusta

Sabtu, 15 Agu 2026 - 04:38 WIB