​Ruwat Jagad Tolak Bala: Simfoni Keragaman Budaya di Padepokan Parukuyan

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, KOMPAS1.ID
– Suasana sakral menyelimuti Padepokan Parukuyan pada Minggu siang. Di bawah kepemimpinan Yon Suparman, atau yang lebih akrab disapa Bah Yon, ritual tahunan “Ruwat Jagad Tolak Bala” digelar dengan megah. Acara ini bukan sekadar ritual adat, melainkan menjadi panggung pertemuan berbagai elemen budaya Nusantara yang menyatu dalam doa dan harmoni. 12/04/2026

​Harmoni dalam Keberagaman
​Pemandangan di lokasi menunjukkan betapa kayanya identitas bangsa Indonesia. Tak hanya dihadiri oleh masyarakat lokal dengan pakaian adat Sunda yang khas, acara ini juga diramaikan oleh perwakilan budaya dari berbagai daerah. Terlihat tokoh-tokoh adat dengan hiasan kepala bulu burung khas suku Dayak, hingga praktisi bela diri yang menampilkan kemahiran dalam seni pencak silat.

​Kehadiran tamu mancanegara yang mengenakan batik dan udeng juga menjadi sorotan, membuktikan bahwa filosofi Ruwat Jagad—yang berarti merawat alam semesta—memiliki resonansi universal yang melintasi batas negara.
​Ritual dan Pertunjukan Seni
​Acara dibuka dengan rangkaian ritual doa yang dipimpin langsung oleh Bah Yon. Suasana semakin hidup dengan penampilan berbagai kesenian dari berbagai daerah .

​Pesan Kedamaian dari Bah Yon
​Dalam sambutannya, Bah Yon menekankan bahwa esensi dari Tolak Bala adalah membersihkan diri dan lingkungan dari energi negatif. “Kehadiran berbagai budaya di sini adalah kekuatan. Kita merawat jagad ini bersama-sama, tanpa memandang perbedaan, agar keselamatan senantiasa menyertai kita semua,” pungkasnya.
​Acara ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama yang memperlihatkan kehangatan antar tokoh lintas budaya. Padepokan Parukuyan sekali lagi berhasil menjadi titik temu bagi mereka yang mencintai tradisi dan merindukan kedamaian dunia. Bob Hariawan. Kabiro kota Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo
Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.
Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara
Menembak Begal*
‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha
Warga Rancaekek Gempar, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Citarik
KDS Berikan Beasiswa S2 untuk Duta Pesantren Kabupaten Bandung
Kekuatan Nama ‘Dedi’ di Jawa Barat: Kang Dedi Mulyadi Kumpulkan Sesama Pemilik Nama, Langsung Viral
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:59 WIB

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:50 WIB

Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:55 WIB

‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB