Janji Suci hingga Hembusan Napas Terakhir: Kisah Kesetiaan Suami Merawat Istri Sampai Maut Menjemput

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id || Jagat maya kembali diselimuti duka. Sebuah potret memilukan yang beredar luas memperlihatkan seorang pria duduk terunduk di samping ranjang rumah sakit, menggenggam erat tangan istrinya yang kini telah terbaring kaku di dalam peti. Foto itu seketika menjadi simbol cinta, pengorbanan, dan kesetiaan tanpa syarat.

Selama hampir tiga tahun, pria tersebut tak pernah meninggalkan sisi sang istri. Sejak istrinya didiagnosis mengidap penyakit serius, ia memilih merelakan pekerjaannya, hobi, bahkan waktu istirahatnya. Seluruh hidupnya ia dedikasikan untuk satu peran mulia: menjadi penjaga setia bagi belahan jiwanya.

Tetangga sekitar menjadi saksi pengabdian tanpa batas itu. Sang suami dengan penuh ketelatenan menyuapi, membasuh tubuh, hingga membisikkan kata-kata penguat setiap kali istrinya meringis menahan sakit. Tak pernah terdengar keluhan keluar dari mulutnya. Hanya senyum tipis yang menyamarkan mata lelah dan sembab akibat kurang tidur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Istri saya adalah rumah saya. Kalau rumah saya roboh, ke mana lagi saya harus pulang?” ucapnya suatu ketika, kalimat sederhana yang menyayat hati siapa pun yang mendengarnya.

Baca Juga:  Polres Garut Berhasil Ungkap Kasus Curanmor, Dua Pelaku Diamankan Tim Sancang

Namun takdir berkata lain. Setelah perjuangan panjang yang menguras air mata dan harapan, sang istri akhirnya menghembuskan napas terakhir. Ia pergi, meninggalkan seorang suami yang telah membuktikan bahwa janji “setia sampai mati” bukan sekadar kata-kata di altar pernikahan.

Warganet yang mengikuti kisah mereka sejak awal tak kuasa menahan tangis. Kolom komentar dipenuhi doa dan ungkapan simpati.

“Dia tidak kalah oleh penyakitnya. Dia menang karena pergi dalam pelukan cinta sejatinya,” tulis salah satu warganet.

Kini, sang suami harus belajar melanjutkan hidup seorang diri. Namun satu hal tak terbantahkan: ia telah menunaikan tugasnya sebagai suami dengan cara yang paling mulia.

Pelajaran bagi Kita Kisah ini mengingatkan kita bahwa kekayaan paling berharga bukanlah harta, melainkan kehadiran seseorang yang bersedia menggenggam tangan kita di saat paling gelap dalam hidup—dan tetap bertahan, bahkan ketika segalanya perlahan menghilang.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 163 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru