Kompas. 1. Id.
Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Hadiat, S.Pd.I ( F PKB ) Komisi B, hadir ditengah tengah masyarakat Desa Kopo Kecamatan Kutawaringin ( dapil 1 ). dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat, Hadiat kembali turun ke daerah pemilihan melalui kegiatan reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026. Rabu ( 19/8/26 ).
Reses DPRD, ini menjadi ruang penting bagi anggota dewan untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengar secara terbuka berbagai persoalan yang dihadapi warga, sekaligus menampung aspirasi, usulan, dan masukan sebagai bahan perjuangan kebijakan di tingkat legislatif. Reses juga merupakan bagian dari kewajiban konstitusional anggota DPRD untuk menyerap kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Di tengah dinamika pembangunan daerah yang terus bergerak, reses menjadi jembatan komunikasi yang sangat strategis antara masyarakat dan pemerintah daerah. Melalui pertemuan tatap muka di berbagai titik wilayah, anggota DPRD Fraksi PKB dapat mengetahui secara langsung kondisi aktual masyarakat, dari berbagai usulan masyarakat .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekdes Desa Kopo, Koharudin Yunus mewakili masyarakatnya, Menyampaikan dan mengajukan beberapa usulan terkait kebutuhan di wilayahnya diantaranya, penanganan UMKM di sekitaran SOR Si Jalak Harupat.
Pembanguan TPT dijalan soledat bantaran sungai citarum dan Pengolahan sampah ( Tong Komposer).
Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dihimpun menjadi bahan penting dalam memperjuangkan program dan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kehadiran anggota DPRD Fraksi PKB Hadiat, S.Pd.I dalam reses juga menunjukkan komitmen partai untuk selalu dekat dengan masyarakat dan hadir dalam setiap denyut kehidupan warga.
Dalam reses tersebut, Hadiat, S.Pd.I menyampaikan bahwa meskipun daerah saat ini masih menghadapi defisit anggaran, pemerintah dan DPRD akan tetap mengedepankan skala prioritas dalam setiap program pembangunan.
” Hal ini dilakukan agar pelaksanaan anggaran tetap berjalan efektif, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat yang paling mendesak.” Ujar Hadiat dalam reses tersebut.
Dengan demikian, keterbatasan fiskal tidak menjadi penghambat bagi upaya mewujudkan pelayanan publik dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
” Kami memandang bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada tataran wacana, tetapi harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di bawah. Karena itu, setiap keluhan dan usulan yang disampaikan warga dalam reses akan dicermati, dirangkum, dan diperjuangkan melalui mekanisme kelembagaan DPRD agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah sesuai kewenangan yang berlaku.” Tandas Hadiat.
Hadait mengatakan bahwa, salah satu tujuan reses ini adalah untuk semakin mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat ( Silaturahmi ).
Melalui kegiatan reses ini , ” Kami dapat bertatap muka langsung, mendengar aspirasi warga, serta memahami secara lebih dekat berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan. Dengan demikian, reses menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya. ” Pungkasnya.
Reses dihadiri, pemerintah desa kopo, Babinsa, MUI, Sahabat Hadiat , dan KKN UNLA. Serta Masyarakat dan tamu undangan.
Jurnalis : Dhany.













