KOMPAS1.ID
SUKABUMI, 27 Juli 2026 – Bupati Sukabumi Asep Japar turun langsung meninjau lokasi kebakaran besar yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, pada Sabtu (25/7/2026) siang. Api berhasil menghanguskan puluhan bangunan tempat tinggal warga dalam waktu singkat.
Berdasarkan data sementara yang diterima, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu merusak total 51 unit rumah. Sebanyak 70 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 400 jiwa terkena dampak langsung musibah ini.
“Perhitungan sementara memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp2,5 miliar. Nilai itu mencakup kerusakan bangunan, barang-barang berharga, hingga persediaan padi yang tersimpan di leuit atau lumbung padi milik warga yang ikut terbakar,” ungkap Asep Japar di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyebaran api berlangsung sangat cepat karena sebagian besar bangunan di kawasan adat tersebut terbuat dari material bambu, bilik, dan atap ijuk yang mudah terbakar. Selain tempat tinggal, banyak leuit atau lumbung padi warga yang turut hangus, yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan keluarga mereka.
“Rumah di sini rata-rata belum permanen, didominasi bambu dan bilik. Hanya sedikit yang sudah beralih ke tembok. Keberadaan banyak lumbung padi juga membuat api semakin cepat merambat,” jelasnya.
Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari arus pendek listrik, namun pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kejadian.
Terkait penanganan pasca-bencana, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menggelar rapat koordinasi lintas instansi pada Minggu (26/7/2026) untuk merumuskan langkah pemulihan, pemberian bantuan darurat, serta rencana pembangunan kembali hunian warga yang disesuaikan dengan kearifan lokal kampung adat tersebut.
—














