Menuju Swasembada Pangan, FABEM Jabar Sebut Pengganti Wamentan Harus Paham Rantai Pasok Peternakan**

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
**Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Jawa Barat**
**Bandung, 25 Juli 2026**

Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Jawa Barat menilai momentum pengisian posisi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) harus dimanfaatkan untuk memperkuat agenda besar Indonesia menuju swasembada pangan. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional serta implementasi berbagai program strategis pemerintah, sosok yang dipercaya mendampingi Menteri Pertanian dinilai harus memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap sektor peternakan, khususnya dalam membangun rantai pasok (supply chain) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Sekretaris Jenderal FABEM Jawa Barat, **Irsan**, menyampaikan bahwa tantangan pertanian Indonesia saat ini tidak lagi hanya berkutat pada persoalan produksi. Persoalan distribusi, akses pembiayaan, hilirisasi, kepastian pasar, hingga kesejahteraan petani dan peternak menjadi tantangan yang harus diselesaikan secara bersamaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

> *”Menuju swasembada pangan, Indonesia membutuhkan Wakil Menteri Pertanian yang memahami ekosistem peternakan secara menyeluruh. Yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan menyusun regulasi, tetapi juga pengalaman membangun rantai pasok pangan, memahami kebutuhan petani dan peternak, serta mampu menjembatani kepentingan pemerintah, dunia usaha, koperasi, dan masyarakat,”* ujar Irsan.

Menurut FABEM Jawa Barat, keberhasilan berbagai program nasional seperti **Makan Bergizi Gratis (MBG)**, penguatan **Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)**, hingga target peningkatan konsumsi protein hewani sangat bergantung pada kekuatan sistem rantai pasok nasional.

Apabila rantai pasok tidak terintegrasi dengan baik, maka persoalan klasik seperti fluktuasi harga, kelangkaan pasokan, tingginya biaya distribusi, hingga rendahnya nilai tambah bagi petani dan peternak akan terus berulang.

### Sosok Berpengalaman di Dunia Peternakan

Dalam pandangan FABEM Jawa Barat, terdapat sejumlah figur yang memiliki kapasitas untuk mengisi posisi tersebut. Salah satu nama yang dinilai memiliki rekam jejak kuat adalah **drh. Cecep Muhammad Wahyudin, S.H., M.H.**

Cecep dikenal sebagai dokter hewan yang kemudian mengembangkan kiprahnya sebagai pengusaha di sektor pangan dan peternakan. Pengalaman tersebut membuatnya memahami persoalan industri peternakan tidak hanya dari sisi teknis produksi, tetapi juga dari aspek investasi, tata niaga, pembiayaan, industri pengolahan, hingga distribusi pangan.

Saat ini Cecep dipercaya sebagai **Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Peternakan**. Dalam posisi tersebut, ia aktif mendorong penguatan ekosistem peternakan nasional melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, koperasi, dan peternak rakyat. Ia juga menjabat sebagai **Wakil Ketua Umum HKTI**, sehingga memiliki ruang kolaborasi yang luas antara sektor pertanian dan peternakan.

Menurut Irsan, pengalaman Cecep di dunia usaha menjadi nilai tambah karena memahami tantangan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan, mulai dari ketersediaan bahan baku, efisiensi logistik, investasi, hingga akses pasar.

> *”Beliau bukan hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung membangun usaha di sektor pangan. Pengalaman tersebut penting agar kebijakan pemerintah tidak berhenti pada tataran regulasi, tetapi benar-benar mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani dan peternak setiap hari,”* katanya.

Baca Juga:  ‎Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

### Konsep Digital Supply Chain untuk Membangun Ekosistem Pangan Nasional

Salah satu gagasan yang dinilai relevan adalah konsep **Digital Supply Chain Pertanian dan Peternakan** yang dikembangkan Cecep M. Wahyudin.

Konsep tersebut menitikberatkan pada pembangunan sistem rantai pasok berbasis teknologi digital yang menghubungkan seluruh pelaku dalam satu ekosistem, mulai dari petani, peternak, koperasi, UMKM pangan, industri pengolahan, distributor, lembaga pembiayaan, hingga konsumen.

Melalui sistem yang terintegrasi tersebut, data produksi, kebutuhan pasar, distribusi, dan harga dapat dipantau secara lebih akurat sehingga pengambilan kebijakan menjadi lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.

Menurut FABEM Jawa Barat, konsep tersebut memiliki sejumlah manfaat strategis, antara lain:

* meningkatkan kepastian pasar bagi petani dan peternak;
* memperpendek rantai distribusi sehingga harga lebih stabil;
* memperkuat peran koperasi sebagai agregator hasil produksi masyarakat;
* mempermudah akses pembiayaan melalui data usaha yang terdokumentasi;
* memperkuat ketahanan pangan berbasis data;
* menjamin ketersediaan bahan baku bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG);
* menciptakan sistem distribusi protein hewani yang lebih efisien hingga ke daerah.

Irsan menilai bahwa Indonesia membutuhkan transformasi besar dalam tata kelola pangan. Digitalisasi tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan aplikasi, tetapi sebagai instrumen untuk membangun keterhubungan seluruh rantai produksi dan distribusi sehingga petani serta peternak memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

> *”Kalau kita ingin benar-benar swasembada pangan, maka petani, peternak, koperasi, industri, perbankan, hingga pemerintah harus berada dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Digital supply chain menjadi fondasi agar kebijakan pangan berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran,”* jelasnya.

FABEM Jawa Barat juga berpandangan bahwa Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang mampu menghubungkan kepentingan pemerintah dengan dunia usaha. Menurut organisasi tersebut, penguatan investasi, hilirisasi produk peternakan, peningkatan kualitas SDM, pengembangan teknologi, serta penciptaan pasar yang sehat harus berjalan secara bersamaan agar target swasembada pangan dapat tercapai.

Meski demikian, FABEM Jawa Barat menegaskan bahwa penentuan Wakil Menteri Pertanian sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Pernyataan ini merupakan pandangan organisasi mengenai kriteria figur yang dinilai sesuai dengan kebutuhan Indonesia saat ini.

> *”Kami tidak sedang berbicara mengenai siapa yang harus dipilih, tetapi mengenai kompetensi yang dibutuhkan bangsa ini. Indonesia memerlukan pemimpin yang memahami sektor peternakan secara menyeluruh, mampu membangun rantai pasok nasional yang kuat, serta memiliki pengalaman nyata dalam mengembangkan ekosistem pangan. Dengan kepemimpinan seperti itu, kami optimistis cita-cita swasembada pangan dapat diwujudkan,”* tutup Irsan.

**Narahubung:**
**Irsan**
Sekretaris Jenderal
Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wajah Tiba-Tiba Miring: Apakah Selalu Tanda Stroke atau Bell’s Palsy?
Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Jawa Tengah Resmikan TK Kemala Bhayangkari 95 Pekalongan, Siap Beroperasi Tahun Ajaran 2027/2028
Petisi 26 Tolak Korupsi Kabupaten Bogor Menggema, Jhon Harimau: Hukum Para Koruptor!
APBK-P Aceh Singkil 2026 Dirancang Naik
Kodim 0708 Purworejo Gelar Bazar TNI Dan Serahkan Sembako Semarakkan HUT ke-81 TNI
Lansia 82 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Kesesi Pekalongan
Menolak Bodoh karena ‘Judol’*
Polres Aceh Singkil Mengucapkan Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 02:22 WIB

Wajah Tiba-Tiba Miring: Apakah Selalu Tanda Stroke atau Bell’s Palsy?

Rabu, 23 September 2026 - 00:40 WIB

Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Jawa Tengah Resmikan TK Kemala Bhayangkari 95 Pekalongan, Siap Beroperasi Tahun Ajaran 2027/2028

Selasa, 22 September 2026 - 15:45 WIB

Petisi 26 Tolak Korupsi Kabupaten Bogor Menggema, Jhon Harimau: Hukum Para Koruptor!

Selasa, 22 September 2026 - 13:39 WIB

APBK-P Aceh Singkil 2026 Dirancang Naik

Selasa, 22 September 2026 - 06:05 WIB

Kodim 0708 Purworejo Gelar Bazar TNI Dan Serahkan Sembako Semarakkan HUT ke-81 TNI

Berita Terbaru

Daerah

Ponpes Yamisa Gelar Haul Akbar, Jamaah Membanjiri Lokasi

Selasa, 22 Sep 2026 - 23:16 WIB