KOMPAS1.ID
BANDUNG – Kapolisi Daerah Jawa Barat, Irjen Polisi Pipit Rismanto, secara resmi meluncurkan gerakan bertajuk “Jaga Rawat Jawa Barat”. Langkah ini merupakan wujud nyata penguatan dan implementasi transformasi Polri Presisi di tingkat kewilayahan guna membangun ekosistem keamanan yang adaptif, responsif, kolaboratif, serta solutif.
Upacara peluncuran digelar di Lapangan Apel Mapolda Jawa Barat, di mana Irjen Pol. Pipit Rismanto memimpin langsung Apel Gelar Bhabinkamtibmas dan Sabuk Kamtibmas Polda Jawa Barat pada momentum tersebut.
Acara ini menjadi penanda penting dalam penguatan peran Bhabinkamtibmas sekaligus mempererat ikatan sinergi melalui Sabuk Kamtibmas—sebuah wadah kolaborasi yang mempertemukan Polri, pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Tujuannya tunggal: menjaga dan merawat situasi aman, damai, serta kondusif di seluruh wilayah Jawa Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara simbolis, peluncuran gerakan ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Kapolda Jabar, menandai dimulainya pendekatan baru dalam penanganan keamanan yang mengedepankan kedekatan dengan masyarakat, langkah preventif, kerja sama lintas sektor, serta penyelesaian masalah yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.
“Jaga Rawat Jawa Barat bukan sekadar slogan, melainkan gerakan bersama untuk membangun ekosistem keamanan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat,” tegas Irjen Pol. Pipit Rismanto.
Ia menjelaskan makna di balik nama gerakan tersebut: “Jaga” dimaknai sebagai komitmen penuh untuk menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan ketenteraman masyarakat. Sedangkan “Rawat” bermakna membangun kepedulian bersama, memperkuat kolaborasi, serta memelihara rasa aman secara terus-menerus dan berkelanjutan.
Mengingat Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Kapolda menekankan pentingnya transformasi Polri dengan pendekatan yang humanis dan berbasis kebersamaan.
“Keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Polri, melainkan hasil kerja bersama seluruh komponen bangsa. Oleh karena itu, Sabuk Kamtibmas dibangun sebagai ruang kolaborasi yang mengintegrasikan seluruh potensi masyarakat dalam satu tujuan bersama, yaitu menjaga dan merawat keamanan serta ketertiban di Jawa Barat,” pungkasnya. ***














