Bandung Barat.Jabar.Kompas1.id
Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan menjadi salah satu nilai utama yang ditanamkan kepada para santri dalam rangkaian kegiatan Super Camp 2026 – Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) Pondok Pesantren Al-Ihya Lembang. Sebagai bentuk keteladanan, Abah Yadi Fauzi selaku Pendiri Pondok Pesantren Al-Ihya Lembang memimpin langsung kegiatan penanaman bibit bambu yang diikuti oleh seluruh peserta LDKS di kawasan Lembah Puspa Camping Ground.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter berbasis alam yang diselenggarakan melalui kerja sama Pondok Pesantren Al-Ihya Lembang dengan LEMDIKLAT IWUNG. Selain membentuk jiwa kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian, para santri juga diajak memahami bahwa seorang pemimpin sejati harus memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam sebagai amanah yang wajib dijaga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Abah menyampaikan bahwa menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi kebaikan yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi yang akan datang. Menurutnya, bambu dipilih karena memiliki banyak manfaat ekologis, mampu menjaga sumber mata air, mencegah erosi, memperkuat struktur tanah, serta menjadi simbol kehidupan yang kuat, lentur, dan memberi manfaat bagi lingkungan.
“Santri bukan hanya dituntut menjadi pribadi yang saleh dan berilmu, tetapi juga harus menjadi penjaga alam. Alam adalah amanah dari Allah SWT yang wajib kita rawat. Jangan pernah menjadi generasi yang hanya menikmati hasilnya, tetapi jadilah generasi yang meninggalkan warisan kebaikan untuk masa depan. Menanam satu batang bambu hari ini adalah bentuk sedekah yang manfaatnya akan terus mengalir bagi manusia dan lingkungan,” pesan Abah kepada para santri.
Dalam kesempatan yang sama, Abah Ganda selaku Pengelola Lembah Puspa mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pengunjung kawasan wisata alam, untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, keindahan alam tidak akan tetap lestari tanpa adanya kesadaran dan kepedulian dari setiap orang yang datang menikmati alam tersebut.
“Lembah Puspa adalah titipan yang harus kita jaga bersama. Kami mengajak seluruh pengunjung untuk menikmati alam dengan penuh rasa syukur sekaligus bertanggung jawab. Jangan meninggalkan sampah, jangan merusak pepohonan, jangan mencemari sumber air, dan mari bersama-sama menanam serta merawat pohon. Jika alam kita jaga, maka alam pun akan terus memberikan kehidupan bagi anak cucu kita di masa depan,” ujar Abah Ganda.
Abah Yadi Fauzi juga mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari kemampuan memimpin manusia, tetapi juga dari tanggung jawab dalam menjaga keseimbangan alam. Seorang pemimpin, menurutnya, harus mampu memberikan manfaat bagi sesama makhluk hidup dan lingkungan tempat ia berpijak.
Melalui kegiatan penanaman bibit bambu tersebut, para santri memperoleh pengalaman nyata bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan karakter. Nilai-nilai kepedulian, gotong royong, tanggung jawab, serta cinta terhadap alam dipraktikkan secara langsung sebagai bagian dari proses pembelajaran di alam terbuka.
Sementara itu, LEMDIKLAT IWUNG sebagai mitra pelaksana pembinaan kepemimpinan dan pendidikan karakter menegaskan bahwa pendekatan experiential learning menjadi metode utama dalam kegiatan LDKS. Tidak hanya menerima materi di kelas, peserta dibimbing untuk mengalami, mempraktikkan, dan merefleksikan setiap nilai yang dipelajari melalui aktivitas nyata, termasuk aksi konservasi lingkungan.
Melalui sinergi antara Pondok Pesantren Al-Ihya Lembang dan LEMDIKLAT IWUNG, kegiatan penanaman bibit bambu menjadi simbol bahwa pendidikan kepemimpinan sejati harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan. Penanaman bambu tidak hanya menjadi simbol penghijauan, tetapi juga menjadi warisan nilai bahwa setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Diharapkan para santri tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berjiwa pemimpin, mencintai lingkungan, serta menjadi pelopor pelestarian alam di tengah masyarakat.
@andisuka_2026














