Tradisi Leluhur Tetap Terjaga, Masyarakat Luhah Rio Mendiho Gelar Penegakan Tiang Karamentang Setinggi 30 Meter Secara Gotong Royong

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
SUNGAI PENUH – Semangat menjaga tradisi warisan leluhur kembali ditunjukkan masyarakat Luhah Rio Mendiho, Kota Sungai Penuh, melalui pelaksanaan kegiatan adat Manageak Tiang Karamentang yang digelar pada Kamis (18/06/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan yang menjadi bagian penting dari tradisi adat masyarakat Luhah Rio Mendiho ini berlangsung penuh semangat kebersamaan. Sebuah tiang karamentang setinggi 30 meter ditegakkan secara manual tanpa bantuan alat berat, seluruh proses dilakukan dengan mengandalkan tenaga masyarakat secara bergotong royong.

Prosesi adat tersebut menjadi simbol kuatnya persatuan dan kekompakan masyarakat yang hingga kini terus mempertahankan nilai-nilai budaya turun-temurun. Tidak hanya kaum laki-laki, kaum perempuan juga mengambil peran penting dalam mendukung kelancaran kegiatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semangat kebersamaan itu tercermin dalam ungkapan adat yang terus dijaga, yakni “Dunsanok Batino Basike Busamo” yang menggambarkan kekompakan kaum perempuan dalam kebersamaan, serta “Anok Janteng Bugawe Busamo” yang menunjukkan semangat kerja bersama kaum laki-laki dalam menjalankan tanggung jawab adat.

Baca Juga:  ​BEM BANTEN BERSATU KECAM KERAS PT. MANDIRI AGRO SAMBAS: RUSAK LINGKUNGAN, ANCAM KESEHATAN WARGA, DAN TINDAS HAK BURUH!

Pelaksanaan kegiatan ini dikoordinir langsung oleh Wo Nopa Pratama selaku Koordinator Panitia Pelaksana, bersama seluruh unsur masyarakat adat yang turut berpartisipasi aktif demi suksesnya rangkaian acara.

Tradisi Manageak Tiang Karamentang bukan sekadar kegiatan seremonial, namun menjadi bukti nyata bahwa budaya gotong royong, persatuan, serta penghormatan terhadap adat istiadat masih hidup kuat di tengah masyarakat Sungai Penuh dan terus diwariskan kepada generasi penerus.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa adat dan budaya merupakan identitas yang harus terus dijaga sebagai kekayaan berharga daerah.

(Ngoh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BANK KUNINGAN RAIH GOLDEN CHAMPION, KONSISTEN BERKINERJA LIMA TAHUN BERTURUT-TURUT
SELAMAT DAN SUKSES! BANK KUNINGAN RAIH GOLDEN CHAMPION, KONSISTEN BERKINERJA LIMA TAHUN BERTURUT-TURUT
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 DAN HARI JADI KE-528 KABUPATEN KUNINGAN
PMI Kabupaten Bandung, Hadiri Rakernis Regional UDD, Siapkan Langkah Konkret Tingkatkan Mutu Donor Darah
KONTROL MALAM DI MAKOM EYANG ABDUL MANAF MAHMUD POLSEK MARGAASIH JAGA SITUS CAGAR BUDAYA
GNPK Ogan Ilir Minta APH Usut Anggaran Internet Kepala Dinas Kominfo
Mengapa Negeri Muslim Justru Rentan Korup? Sebuah Refleksi Integritas dan Sistem
Kurang dari 12 Jam, Terduga Pembunuh Security PT AKG Sungsang Serahkan Diri ke Polres Way Kanan
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:09 WIB

BANK KUNINGAN RAIH GOLDEN CHAMPION, KONSISTEN BERKINERJA LIMA TAHUN BERTURUT-TURUT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 02:59 WIB

SELAMAT DAN SUKSES! BANK KUNINGAN RAIH GOLDEN CHAMPION, KONSISTEN BERKINERJA LIMA TAHUN BERTURUT-TURUT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:59 WIB

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 DAN HARI JADI KE-528 KABUPATEN KUNINGAN

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:35 WIB

PMI Kabupaten Bandung, Hadiri Rakernis Regional UDD, Siapkan Langkah Konkret Tingkatkan Mutu Donor Darah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:31 WIB

KONTROL MALAM DI MAKOM EYANG ABDUL MANAF MAHMUD POLSEK MARGAASIH JAGA SITUS CAGAR BUDAYA

Berita Terbaru