Kompas1.id
SUNGAI PENUH – Semangat menjaga tradisi warisan leluhur kembali ditunjukkan masyarakat Luhah Rio Mendiho, Kota Sungai Penuh, melalui pelaksanaan kegiatan adat Manageak Tiang Karamentang yang digelar pada Kamis (18/06/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan yang menjadi bagian penting dari tradisi adat masyarakat Luhah Rio Mendiho ini berlangsung penuh semangat kebersamaan. Sebuah tiang karamentang setinggi 30 meter ditegakkan secara manual tanpa bantuan alat berat, seluruh proses dilakukan dengan mengandalkan tenaga masyarakat secara bergotong royong.
Prosesi adat tersebut menjadi simbol kuatnya persatuan dan kekompakan masyarakat yang hingga kini terus mempertahankan nilai-nilai budaya turun-temurun. Tidak hanya kaum laki-laki, kaum perempuan juga mengambil peran penting dalam mendukung kelancaran kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Semangat kebersamaan itu tercermin dalam ungkapan adat yang terus dijaga, yakni “Dunsanok Batino Basike Busamo” yang menggambarkan kekompakan kaum perempuan dalam kebersamaan, serta “Anok Janteng Bugawe Busamo” yang menunjukkan semangat kerja bersama kaum laki-laki dalam menjalankan tanggung jawab adat.
Pelaksanaan kegiatan ini dikoordinir langsung oleh Wo Nopa Pratama selaku Koordinator Panitia Pelaksana, bersama seluruh unsur masyarakat adat yang turut berpartisipasi aktif demi suksesnya rangkaian acara.
Tradisi Manageak Tiang Karamentang bukan sekadar kegiatan seremonial, namun menjadi bukti nyata bahwa budaya gotong royong, persatuan, serta penghormatan terhadap adat istiadat masih hidup kuat di tengah masyarakat Sungai Penuh dan terus diwariskan kepada generasi penerus.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa adat dan budaya merupakan identitas yang harus terus dijaga sebagai kekayaan berharga daerah.
(Ngoh)














