Penilaian Subjektif Dan Objektif

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Oleh : Idat Mustari**

Sering kita mendengar istilah “Subjektif dan Objektif”, terutama saat membicarakan soal pendapat, penilaian hingga pengambilan keputusan. Penilaian subjektif dan objektif berlaku di ruang manapun, di ruang bisnis, pendidikan, politik, bahkan penilaian pada diri sendiri. Begitupun ada kalanya orang bicara,”Jika menilai seseorang harus objektif jangan subjektif”. Seperti menegaskan bahwa penilaian subjektif berkonotasi negatif dan tidak baik.

Subjektif berasal dari kata subjek, yang merujuk pada individu atau orang yang memiliki pandangan atau perasaan tertentu. Maka, sesuatu yang bersifat subjektif sangat dipengaruhi oleh pendapat pribadi, emosi dan pengalaman seseorang. Penilaian subjektif itu sangat personal artinya bisa saja bagus menurut seseorang, tidak bagus menurut yang lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, objektif berasal dari kata objek, artinya sesuatu yang berada di luar diri kita dan dapat dilihat atau dinilai secara netral. Penilaian objektif itu berdasarkan data, fakta atau KPI. Penilaian objektif kelebihannya bisa diuji oleh siapapun dan bisa dipertanggung jawabkan di depan publik karena jelas dan terukur.

Penilaian subjektif dan objektif sebenarnya bukan hal yang harus dipertentangkan sebab keduanya punya fungsi masing-masing. Misalnya penilaian seorang atasan pada karyawanya bisa menggabungkan dua penilaian ini. Mengukur kemampuan seorang karyawan dalam meraih target, bisa diukur persentasenya, ini menggunakan penilaian objektif. Seberapa besar kemampuan bekerjasama dengan karyawan lainnya, seberapa besar loyalitas, dedikasi  ini menggunakan penilaian subjektif.

Baca Juga:  Polsek Margaasih Gelar Patroli Presisi dan KRYD Antisipasi C3 dalam Ops Jaran Lodaya 2026*

Penilaian seorang atasan pada bawahannya sangatlah baik jika mampu mengabungkan penilaian objektif dan subjektif. Karena dengan kombinasi keduanya bisa menjadi pendekatan yang baik untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang pemahaman dan kemampuan seorang karyawan.

Kenapa ada orang bicara,” Jika menilai seseorang harus objektif jangan subjektif”. Pada umumnya  penilaian yang subjektif sering kali dianggap negatif karena rentan terhadap bias pribadi, perasaan, atau prasangka. Karena tidak suka akhirnya menilai seseorang menjadi tidak adil. Di dalam Islam diajarkan untuk tidak subjektif, seperti terdapat dalam Al-Quran,”Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS.All-Maidah : 8 ).

Penilaian subjektif sebenarnya bisa menjadi alat ukur penilaian seseorang pada lainnya, jika dilandasi oleh hati yang bersih, tulus tanpa vested interest, jika tidak, maka cenderung mengarah ke fitnah dan ghibah yang tentu saja  ini jadi dosa.

Wallahu’alam Semoga Bermanfaat.

**Penulis Buku Bekerja Karena Allah dan Komisaris Utama BPR KR Kab Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!
FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.
Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.
Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami
Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian
Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim
Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.
Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:56 WIB

FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian

Berita Terbaru