Kompas1.id
Bandung- Kantor Agraria Tatar Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) Kabupaten Bandung menyerahkan sebanyak 100 sertipikat dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2026 kepada warga penerima manfaat PTSL di Desa Langensari Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung.
100 sertipikat gratis dari 300 bidang yang diajukan warga Desa Langensari itu diserahkan oleh Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Bandung Iim Rohiman yang diwakili oleh Ketua tim PTSL, Regi Sepriyadi dan Muhammad Rifqi, Anggota Satgas Koordinator Wilayah PTSL di Desa Langensari, Rabu 10 Juni 2026.
Regi menyampaikan terima kasih kepada Camat Solokanjeruk, Rahmatullah Mukti Prabowo dan Kepala Desa Langensari Agus Kusumah yang sudah mensukseskan program pemerintah, khususnya program pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini program strategis nasional yang diamanatkan dari presiden untuk mensertipikatkan sesuai dengan amanat Undang-Undang Pokok Agraria bahwa seluruh bidang tanah yang ada di seluruh Indonesia harus disertipikatkan. Di antaranya melalui program PTSL ini, khususnya di Kabupaten Bandung yang selama ini ditargetkan tahun 2026 sebanyak 40.000 bidang,” tutur Regi.
Ia menyebutkan di Desa Langensari ditargetkan 500 bidang, dan saat ini masih berjalan sampai bulan Juni ini sudah ada 300 berkas bidang tanah yang masuk ke Kantor BPN/ATR Kabupaten Bandung.
“Dari 300 ini, ada sekitar 100 bidang (sertipikat) yang sudah dibagikan,” katanya.
Menurutnya, pembelajaran dari tahun 2025 sebelumnya, berkas yang dimasukkan dan kemudian ada koreksi di antaranya luasan bidang, sehingga tahun ini belajar dari tahun sebelumnya.
“Nanti untuk pemberkasan yang masuk untuk disortir terlebih dahulu. Dicocokan dulu antara bidang dan luas, antara pengakuan dengan hasil ukur. Sehingga itu mendekati dan pemohon tidak keberatan, itu kita entri untuk di pemberkasan,” jelasnya.
Kepala Desa Langensari, Agus Kusumah mengucapkan syukur atas penyerahan sertipikat tersebut.
“Alhamdulillah 100 sertipikat yang sudah diserahkan kepada warga selaku pemilik hak atas tanah itu tidak ada perbaikan. Biasanya, ketika warga menerima sertipikat ada saja yang harus dikoreksi atau perbaikan. Terutama di ukuran, alhamdulillah tahun ini tidak ada koreksi. Alhamdulillah, semuanya berjalan sesuai yang diharapkan. Mudah-mudahan membawa manfaat bagi warga penerima manfaat sertipikat tersebut,” katanya usai penyerahkan sertipikat.
Agus juga mengucapkan terima kasih kepada Kantor BPN/ATR Kabupaten Bandung yang langsung hadir perwakilannya, dalam penyerahan sertipikat tersebut.
“Penyerahan sertipikat ini memberikan harapan baru bagi masyarakat, dalam proses percepatan pembuatan PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) ini,” ujarnya.
Menurutnya, proses percepatan pembuatan PTSL ini merupakan instruksi pemerintah pusat melalui program strategis nasional dari Kementerian ATR/BPN. Kemudian program ini disambut oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna.
“Kita juga mendapatkan support dari Pak Bupati Bandung terhadap proses usulan pembuatan sertipikat PTSL yang diterima dari warga,” katanya.
Di tempat sama, Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo bersama mengucapkan terima kasih kepada Kantor BPN/ATR Kabupaten Bandung yang sudah melaksanakan program PTSL ini.
“Mudah-mudahan ini menjadi manfaat dan jawaban bagi warga masyarakat yang memerlukan kepastian hukum terkait dengan dokumen agraria pertanahan. Agar masyarakat merasa tenang dan hal-hal yang tidak baik di kemudian hari,” ungkapnya.
Camat Prabowo juga mengimbau kepada masyarakat yang belum memiliki sertipikat tanah untuk datang ke desa guna mengusulkan pemberkasannya.
“Nanti akan kita arahkan dan bimbingan, karena dalam proses pembuatan sertipikat PTSL itu ada pemberkasan atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Kita juga sangat berhati-hati agar tidak menimbulkan sengketa dikemudian hari. Apalagi yang namanya pertanahan rawan sengketa,” ujarnya.
Prabowo menyebutkan dari tujuh desa di Kecamatan Solokanjeruk itu, enam desa yang melaksanakan PTSL. Setiap desanya dengan target 500 sertifikat tanah.
“Alhamdulillah sudah ada dan minimal rata-rata sudah masuk 300 usulan dalam program PTSL tersebut. Mudah-mudahan kuota yang disampaikan BPN bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga masyarakat,” pungkasnya.***
AYI. red//














