KOMPAS1.ID
PURWOREJO, 9 Juni 2026 – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, kembali menghadapi kendala serius. Sebanyak 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi disuspensi operasionalnya karena belum memenuhi persyaratan teknis, sementara 13 SPPG lainnya terpaksa berhenti beroperasi sementara akibat dana operasional belum cair dari pusat .
Hal ini diungkap Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Sleman, Harsono Budi Waluyo, dalam rapat evaluasi program yang digelar Senin kemarin di Pendopo Kabupaten Purworejo .
Menurut data terbaru, dari total 131 SPPG yang tercatat di Purworejo: 68 sudah beroperasi normal, 14 siap beroperasi, 2 di lahan milik pemerintah, dan 47 masih dalam tahap persiapan. Namun, belasan lainnya terhambat dua masalah utama: teknis dan pendanaan .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
12 SPPG Disuspensi: Belum Punya IPAL Sesuai Standar
Ke-12 unit ini dihentikan operasinya sementara karena belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi baku mutu lingkungan.
“IPAL tidak bisa ditawar. Jika belum layak, kami suspensi sampai diperbaiki. Ini syarat wajib demi kebersihan dan keamanan pangan,” tegas Harsono .
13 SPPG Berhenti Total: Dana Belum Masuk Rekening
Sementara itu, 13 dapur lain terpaksa tutup karena dana operasional dan pengisian ulang anggaran belum masuk ke rekening virtual masing-masing pengelola. Tanpa dana, mereka tidak sanggup beli bahan baku, bayar tenaga kerja, dan biaya distribusi makanan ribuan penerima manfaat .
“Anggaran sebenarnya ada, tidak hilang. Keterlambatan hanya soal proses administrasi pencairan dari Badan Gizi Nasional. Sebagian besar sudah terisi, tinggal 13 ini yang masih menunggu,” jelasnya, memastikan masalah ini sementara saja .
Akibatnya, ribuan siswa dan kelompok sasaran yang biasa menerima jatah makanan bergizi kini belum mendapat layanan. Pemerintah daerah dan tim teknis terus berkoordinasi agar dana segera turun dan perbaikan fasilitas selesai, supaya semua SPPG bisa beroperasi kembali normal dalam waktu dekat.
Hingga kini, penyaluran MBG di Purworejo secara keseluruhan masih mencapai 85 persen sasaran, namun kendala ini menjadi perhatian utama agar tidak menurunkan kinerja dan manfaat program bagi masyarakat.
Jurnis Haru Udo














