KOMPAS1.ID
BANDUNG – Di tengah ancaman datangnya musim kemarau panjang serta menumpuknya persoalan persampahan di berbagai wilayah, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan penggunaan anggaran daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun ini akan sepenuhnya dipusatkan untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menyampaikan bahwa ada tiga sektor utama yang menjadi prioritas pembangunan dan alokasi dana tahun ini, yakni pembangunan jalan desa, pemasangan dan peningkatan kualitas penerangan jalan umum di wilayah desa, serta penyediaan akses air bersih yang memadai.
Menurutnya, ketiga aspek tersebut merupakan fondasi utama yang tidak hanya berfungsi meningkatkan kualitas hidup warga sehari-hari, tetapi juga langkah strategis untuk mengantisipasi dan menghadapi dampak buruk musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung dalam kurun waktu berbulan-bulan ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan ini menjadi sorotan karena menegaskan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya berkutat pada penanganan masalah darurat sesaat, tetapi lebih berorientasi pada pembangunan infrastruktur dasar yang manfaatnya langsung dirasakan hingga ke tingkat desa. Melalui langkah ini, Pemprov Jabar menargetkan agar seluruh desa di Jawa Barat memiliki ketahanan dan kesiapan yang jauh lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan alam maupun kebutuhan pelayanan publik di masa mendatang.***Red














