Sintang — KOMPAS1.id || Kondisi infrastruktur jembatan di wilayah Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, kini semakin memprihatinkan. Sejumlah jembatan kayu yang menjadi akses vital penghubung antar desa dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Kondisinya banyak yang lapuk, berlubang, bergoyang, bahkan sebagian lantai jembatan mulai amblas, sehingga membahayakan keselamatan masyarakat dan kendaraan yang melintas setiap hari.
Kondisi memprihatinkan itu kembali menjadi sorotan setelah sebuah truk bermuatan nyaris terbalik saat melintasi salah satu jembatan kayu di wilayah Serawai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam foto yang beredar di media sosial, terlihat roda kendaraan masuk ke sela papan jembatan yang patah dan amblas akibat struktur kayu yang sudah rapuh dimakan usia.
Peristiwa tersebut langsung memicu perhatian warga dan menjadi gambaran nyata buruknya kondisi infrastruktur di kawasan pedalaman.
Masyarakat menilai kerusakan jembatan di Kecamatan Serawai bukan persoalan baru. Selama bertahun-tahun, warga terpaksa bertaruh nyawa setiap kali melintasi akses yang dinilai sudah tidak layak digunakan, baik untuk kendaraan pribadi, angkutan umum, kendaraan pengangkut hasil kebun, sembako, maupun material bangunan.
“Jembatan di Kecamatan Serawai rata-rata sudah lapuk semua. Kalau hujan tambah bahaya, papan licin dan banyak yang sudah goyang,” ungkap salah seorang warga setempat.
Kondisi tersebut membuat warga terus dihantui rasa waswas. Tidak sedikit pengendara roda dua maupun roda empat memilih melintas secara bergantian dengan kecepatan sangat rendah, khawatir jembatan roboh sewaktu-waktu saat dilalui.
Tak hanya mengancam keselamatan, rusaknya infrastruktur jembatan juga mulai berdampak pada roda perekonomian masyarakat.
Distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga dilaporkan mulai terganggu karena sopir kendaraan besar merasa khawatir melewati jalur tersebut.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, masyarakat pedalaman dikhawatirkan akan semakin kesulitan dalam mengakses perdagangan, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun langsung melakukan pengecekan lapangan serta mengambil langkah konkret melalui pembangunan jembatan permanen.
Menurut mereka, perbaikan sementara dengan mengganti papan kayu sudah tidak lagi menjadi solusi, mengingat banyak bagian pondasi dan rangka jembatan diduga telah mengalami kerusakan serius akibat usia dan beban kendaraan berat.
Peristiwa truk yang nyaris terguling itu menjadi peringatan keras bahwa rusaknya infrastruktur bukan sekadar menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa.
Warga Kecamatan Serawai berharap sebelum jatuh korban, pemerintah segera mengambil tindakan nyata demi keselamatan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat di daerah pedalaman.
(Effendy














