TUNTUT PEMBENTUKAN PANSUS PERTANIAN, “EK LMND HALUT DAN PETANI GELAR AUDIENSI DENGAN DPRD KOMISI 2, DINAS PERTANIAN, SERTA CV PUSTAKA TANI.

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id Halmahera Utara
, 11 Mei 2026 — Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Halmahera Utara bersama para petani menggelar audiensi dengan DPRD Komisi 2 Kabupaten Halmahera Utara, Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Utara, dan CV Pustaka Tani pada Senin, 11 Mei 2026. Audiensi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bangsaha, Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Utara.

Pertemuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terus dihadapi petani di Halmahera Utara, khususnya petani holtikultura, yang dinilai belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait.

Dalam audiensi tersebut, EK LMND HALUT bersama para petani menyoroti persoalan distribusi pupuk subsidi. Pemerintah pusat diketahui menyediakan empat jenis pupuk subsidi untuk petani, namun realitas di Halmahera Utara menunjukkan bahwa petani hanya menerima dua jenis pupuk. Situasi ini dinilai berdampak besar terhadap produktivitas pertanian karena kebutuhan unsur hara tanaman tidak terpenuhi secara optimal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain persoalan pupuk, EK LMND HALUT juga mengkritik minimnya langkah konkret pemerintah daerah dan DPRD terhadap lahan pertanian warga yang terdampak banjir di wilayah Galela Utara. Hingga kini, petani yang mengalami kerusakan lahan akibat banjir belum mendapatkan penanganan maupun bantuan yang memadai.

Persoalan lainnya ialah belum terealisasinya anggaran bantuan sarana produksi pertanian untuk 36 kelompok tani pada tahun anggaran 2025. Padahal bantuan tersebut sangat dibutuhkan guna menunjang aktivitas pertanian masyarakat. EK LMND HALUT meminta agar persoalan ini dijelaskan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Dalam forum tersebut, LMND HALUT juga mempertanyakan keberadaan 42 persen sisa pupuk subsidi yang belum tersalurkan kepada petani. Mereka mendesak adanya penjelasan yang transparan terkait penyebab pupuk tersebut tidak sampai kepada petani yang membutuhkan.

Baca Juga:  Menyambut Hari Raya Idul Adha Adalah Pengingat Tentang Berbagi,Keikhlasan, Pengorbanan,Bagi Yang Mampu/Mempunyai Kelebihan Harta dan Rejeki

Kelangkaan BBM subsidi jenis bio solar turut menjadi sorotan dalam audiensi. Para petani mengeluhkan sulitnya memperoleh bio solar yang sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas pertanian, mulai dari operasional alat hingga distribusi hasil panen. Di sisi lain, kenaikan harga plastik mulsa dan tali gawer juga semakin memperbesar biaya produksi petani holtikultura.

Atas kondisi tersebut, EK LMND HALUT bersama petani mendesak pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Halmahera Utara agar segera menghadirkan depot BBM subsidi khusus bagi petani. Menurut mereka, ketersediaan BBM untuk sektor pertanian merupakan kebutuhan mendasar demi menjaga produktivitas pertanian dan keberlangsungan ekonomi masyarakat.

EK LMND HALUT juga menegaskan bahwa pembahasan perubahan anggaran pada Agustus mendatang harus benar-benar berpihak kepada kepentingan petani. Anggaran perubahan harus difokuskan pada penyelesaian persoalan nyata di lapangan, seperti bantuan sarana produksi, pemulihan lahan pertanian terdampak banjir, serta stabilisasi kebutuhan pertanian lainnya.

Mereka menilai DPRD Kabupaten Halmahera Utara harus menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap petani holtikultura karena sektor pertanian menjadi salah satu penyangga utama ekonomi masyarakat Halmahera Utara.
Sebagai bentuk keseriusan dalam

menyelesaikan berbagai persoalan tersebut, EK LMND HALUT bersama para petani mendesak DPRD Kabupaten Halmahera Utara untuk segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pertanian agar berbagai persoalan petani dapat ditangani secara serius, terbuka, dan berkelanjutan.

Ketua EK LMND HALUT menegaskan bahwa perjuangan bersama petani akan terus dilakukan hingga pemerintah daerah dan DPRD benar-benar menghadirkan kebijakan yang berpihak dan solusi nyata bagi kesejahteraan petani di Halmahera Utara.

(Noval/valD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎365 Petani Aceh Singkil Ikuti Pelatihan SDMPKS 2026, Investasi SDM untuk Sawit yang Lebih Maju dan Berdaya Saing
Si Pencinta Petualangan: Kisah di Balik Motor Trail
Kecerdasan Buatan: Masa Depan Teknologi dan Inovasi Manusia
Sudah Saatnya Android Menaklukkan iPhone? Ini Fakta yang Perlu Dibahas
Pemkab Lampung Utara Matangkan Pertanggungjawaban APBD 2026,Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah
‎Hampir Dua Tahun Pendopo Sekda Aceh Singkil Kosong, Masyarakat Pertanyakan Anggaran Miliaran Rupiah
‎Diduga Tunggak Pembayaran Kebutuhan Mess, Sekda Aceh Singkil Diminta Tuntaskan Sisa Tagihan
Gas Subsidi 3 Kg di Gunung Meriah Tembus Rp 37 Ribu, Ada Apa Dengan Distribusinya?
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 02:23 WIB

‎365 Petani Aceh Singkil Ikuti Pelatihan SDMPKS 2026, Investasi SDM untuk Sawit yang Lebih Maju dan Berdaya Saing

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:27 WIB

Si Pencinta Petualangan: Kisah di Balik Motor Trail

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:07 WIB

Kecerdasan Buatan: Masa Depan Teknologi dan Inovasi Manusia

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:02 WIB

Sudah Saatnya Android Menaklukkan iPhone? Ini Fakta yang Perlu Dibahas

Senin, 6 Juli 2026 - 12:56 WIB

‎Hampir Dua Tahun Pendopo Sekda Aceh Singkil Kosong, Masyarakat Pertanyakan Anggaran Miliaran Rupiah

Berita Terbaru

Berita

Si Pencinta Petualangan: Kisah di Balik Motor Trail

Selasa, 7 Jul 2026 - 01:27 WIB