TNI dan Warga Bahu-Membahu, Angkong dan Karung Semen Jadi Andalan Bangun Jembatan Garuda di Lampung Utara

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA, – KOMPAS1.id || Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI bersama rakyat kembali terlihat nyata di bantaran Sungai Way Arum, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, Senin (11/5/2026).

Personel Koramil 412-07/ABB bersama puluhan prajurit Brigif TP 45/Sai Bhumi serta warga setempat bahu-membahu melaksanakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Dusun 03 RT 05 Lubuk Lasak, Desa Pekurun.

Pada kegiatan kali ini, fokus pekerjaan diarahkan pada pengangkutan material pasir dan batu split.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski harus menghadapi medan yang cukup berat dan menantang, semangat para prajurit dan warga tak surut.

Dengan peralatan sederhana berupa angkong dan karung bekas sak semen, material terus diangkut demi mempercepat proses pembangunan.

Jembatan gantung Perintis Garuda yang dibangun di atas Sungai Way Arum ini nantinya menjadi akses vital yang menghubungkan Desa Pekurun dengan Desa Aji Kagungan.

Keberadaan jembatan tersebut sangat dinantikan sekitar 500 kepala keluarga atau lebih dari 1.200 jiwa.

Baca Juga:  Wakil Bupati Lampung Utara Ajak Pagar Nusa Perkuat Karakter dan Jaga Persatuan

Selain menjadi jalur utama untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, jembatan ini juga menjadi akses penting bagi anak-anak menuju sekolah, sekaligus mempermudah pelayanan pemerintahan antarwilayah di Kecamatan Abung Pekurun dan Kecamatan Aji Kagungan.

Pembangunan jembatan dipimpin langsung Komandan Koramil 412-07/ABB, Kapten Inf Sugiono, dengan melibatkan personel Babinsa, Brigif TP 45/Sai Bhumi, serta partisipasi aktif masyarakat dari dua desa.

Secara teknis, jembatan gantung ini memiliki lebar 1,2 meter dengan bentang mencapai 48 meter di atas Sungai Way Arum.

Infrastruktur ini dinilai sangat mendesak mengingat sungai tersebut dapat mencapai kedalaman hingga enam meter saat musim hujan, yang selama ini kerap menghambat aktivitas dan mobilitas warga.

Hingga berita ini diturunkan, semangat gotong royong masih terus berlangsung—menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menghadirkan pembangunan hingga ke pelosok negeri.

 

 

(Syamsir Harni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hampir Sebulan Wafat’ Keluarga Korban Menanti Jawaban
Polsek Kedungwaringin Ungkap Peredaran Obat Keras Tramadol dan Hexymer, Tegaskan Tidak Ada Ruang bagi Pelaku Peredaran Obat Ilegal
Memintal Kebaikan di Ujung Jari: Catatan Jumat Berkah Chapter Barat
Wisatawan Asal Garut Meninggal Dunia Terseret Ombak di Pantai Madasari
Memintal Kebaikan di Ujung Jari: Catatan Jumat Berkah Lendeng N D’Gank Chapter Barat
Sat Resnarkoba Polres Tapanuli Tengah Ringkus Dua Pengedar Sabu di Kelurahan Sarudik
Negara Dinilai Kalah, Warga Soroti Lemahnya Penegakan Hukum Kehutanan di Kubu Raya
KEPALA DESA CIHANJUANG, “Kerja Nyata Tak Menunggu Anggaran, Demi Warga Cihanjuang”.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:54 WIB

Hampir Sebulan Wafat’ Keluarga Korban Menanti Jawaban

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:33 WIB

Polsek Kedungwaringin Ungkap Peredaran Obat Keras Tramadol dan Hexymer, Tegaskan Tidak Ada Ruang bagi Pelaku Peredaran Obat Ilegal

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:06 WIB

Memintal Kebaikan di Ujung Jari: Catatan Jumat Berkah Chapter Barat

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:20 WIB

Wisatawan Asal Garut Meninggal Dunia Terseret Ombak di Pantai Madasari

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:03 WIB

Memintal Kebaikan di Ujung Jari: Catatan Jumat Berkah Lendeng N D’Gank Chapter Barat

Berita Terbaru

Berita

Hampir Sebulan Wafat’ Keluarga Korban Menanti Jawaban

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:54 WIB