Garut Kompas 1 id,-
Di hadapan jajaran aparat penegak hukum dan seluruh pejabat struktural Pemasyarakatan se-Priangan Timur, sebuah komitmen besar dideklarasikan. Bukan sekadar seremoni rutin, Ikrar Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Handphone, Narkoba, dan Penipuan (Halinar) menjadi ajang pembuktian integritas. Rusdedy menegaskan bahwa kepercayaan publik kini sedang dipertaruhkan, dan komitmen moral petugas adalah kunci utama dalam menjaga marwah institusi.
Rusdedy menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap segala bentuk pelanggaran di lingkungan lembaga pemasyarakatan, Rusdedy memberikan pengarahan tegas dalam acara Ikrar dan Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Halinar (Handphone, Narkoba, dan Penipuan). Acara yang dihadiri oleh unsur TNI, Polri, BNN, Satpol-PP, serta pejabat struktural Lapas, Rutan, dan Bapas Garut ini menjadi momentum krusial bagi transformasi pemasyarakatan.
Dalam sambutannya yang sarat akan pesan moral, Rusdedy menekankan bahwa perang terhadap Halinar harus dimulai dari dalam diri setiap petugas. Ia menyatakan bahwa secanggih apapun sistem keamanan yang dibangun, akan runtuh seketika jika pilar integritas petugasnya rapuh.
“Tidak boleh ada toleransi dalam segala bentuk pelanggaran. Tidak boleh ada pembiaran, tidak boleh ada kompromi. Perang terhadap Halinar harus dimulai dari integritas petugas. Sebab sehebat apa pun sistem yang kita bangun, apabila integritasnya lemah, pelanggaran pasti akan selalu ada,” tegas Rusdedy dengan nada klimaks.
Selanjutnya Kalapas menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban. Pengawasan di blok hunian harus ditingkatkan melalui pembinaan yang rutin dan intensif. Petugas diminta secara tegas menolak segala bentuk penyimpangan maupun gratifikasi, guna membangun budaya kerja yang bersih dan profesional.
Menurut Rusdedy, peran petugas pemasyarakatan jauh melampaui tugas menjaga narapidana. Mereka adalah penjaga harapan bangsa yang memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan Lapas benar-benar menjadi tempat pembinaan, bukan justru inkubator bagi kejahatan baru.
“Ikrar ini bukan sebatas ucapan di bibir, melainkan janji yang harus dijawab dengan tindakan nyata dan konsisten. Kita harus berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk pelanggaran,” ujarnya.
Keberhasilan Lapas Garut meraih predikat “Lapas Bersinar” (Bersih Narkoba) sejak periode 2024-2025 menjadi bukti nyata kekompakan dan kerja keras kolektif. Namun, Rusdedy mengingatkan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri atau merasa lingkungan mereka telah sepenuhnya steril.
“Saya percaya dengan kekompakan dan integritas kita semua. Kita sudah membuktikannya, tapi jangan sampai terlena. Kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan dan terus bergerak maju demi pemasyarakatan yang berintegritas,” pungkasnya.*
Jurnalis Wa Ratno














