Pemerintah Pusat Apresiasi Kepemimpinan Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian dan Pertumbuhan Ekonomi

Berita, Daerah455 Dilihat

Bandar Lampung ,- KOMPAS1.id ||  Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung penuh investasi di sektor properti dan perumahan.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Gala Dinner HUT Realestat Indonesia (REI) ke-54 yang berlangsung meriah di Graha Wangsa, Kamis malam (7/5/2026).

banner 336x280

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya Lampung sebagai tuan rumah agenda nasional REI. Ia menilai kehadiran para pengusaha properti dari seluruh Indonesia merupakan momentum strategis di tengah tren positif pertumbuhan ekonomi Lampung.

“Provinsi Lampung hari ini menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua di Sumatera. Pertumbuhan ekonomi yang tertinggi selama 10 tahun terakhir di Lampung. Hampir di Lampung ini 5 tahun berturut-turut tidak pernah tumbuh di atas rata-rata nasional,” ujar Gubernur.

Pencapaian ekonomi ini, menurut Gubernur, merupakan buah dari program strategis Pemerintah Pusat yang difokuskan pada sektor pangan, energi, dan pemberdayaan masyarakat kecil. Dampak positif ini turut dirasakan pada sektor perumahan rakyat, di mana Lampung mendapatkan kuota renovasi rumah sebanyak 10.000 unit tahun ini atas kebijakan Presiden RI melalui kementerian terkait.

Gubernur Mirza, yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha perumahan subsidi, memahami betul tantangan yang dihadapi para pengembang. Oleh karena itu, ia memberikan garansi kemudahan akses bagi anggota REI yang ingin menanamkan modalnya di Provinsi Lampung.

“Ke depan Provinsi Lampung akan sangat mendukung investasi terutama dari teman-teman REI, akan memudahkan segala proses administrasi dan lain-lain. Saya yakin dengan kolaborasi yang baik antara Pemprov Lampung dengan anggota REI akan menjadi dorongan yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung ke depan,” tegasnya.

Acara Gala Dinner ini merupakan puncak dari rangkaian HUT REI ke-54 yang meliputi kegiatan sosial tanam pohon, forum bisnis, hingga konvoi odong-odong keliling kota. Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh peserta untuk membawa kabar baik mengenai potensi pariwisata dan keramahan Provinsi Lampung ke daerah asal masing-masing.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan I-2026 mencapai 5,58 persen. Angka ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam satu dekade terakhir bagi Provinsi Lampung.

Amalia mengungkapkan bahwa pertumbuhan Lampung berada di posisi kedua tertinggi di seluruh wilayah Sumatera, hanya terpaut sedikit di bawah Kepulauan Riau. Ia memuji kepemimpinan di tingkat daerah yang mampu mengoptimalkan sektor agraris.

“Sejak 2015 di Provinsi Lampung ini belum pernah tumbuh 5,58 persen. Pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir bahwa Lampung bisa menembus pertumbuhan yang relatif tinggi,” ujar Amalia.

Amalia kemudian menjelaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari leadership dan strategi kebijakan hilirisasi pertanian.

“Suatu ekonomi ini bisa tumbuh tinggi karena leadership dari seorang kepala daerahnya yang bisa memanfaatkan potensi daerahnya yang berbasis pertanian. Pak Gubernur ini bisa mendorong melalui produktivitas sekaligus juga membangun hilirisasi dari industri hasil pertanian,” tambahnya.

Secara nasional, ekonomi Indonesia juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 5,61 persen pada Triwulan I-2026. Amalia menekankan bahwa sektor perumahan dan konstruksi memegang peran vital sebagai pengungkit ekonomi nasional. Data PDB mencatat sektor konstruksi tumbuh di atas 5 persen, sementara investasi tumbuh sebesar 5,59 persen.

​Kepala BPS meyakini bahwa program nasional 3 juta rumah yang sedang digalakkan pemerintah akan menjadi motor penggerak ekonomi yang luar biasa.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang tercatat sebagai tertinggi kedua di Pulau Sumatera. Sebagai bentuk dukungan nyata, Menteri PKP mengumumkan penambahan kuota bantuan bedah rumah untuk masyarakat Lampung.

“Bapak Gubernur yang saya hormati, tadi sudah dikoreksi oleh Ibu Kepala BPS, Lampung pertumbuhannya nomor dua ya se-Sumatera. Karena itu barusan saya cek masih ada sisa kuota, saya tambahkan dari 9500 jadi 11.000 bedah rumah buat Lampung,” tegas Maruarar.

​Menteri PKP menjelaskan bahwa keputusan menaikkan kuota sebanyak 1.500 unit tersebut didasari oleh kesiapan tim Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur dan masih banyaknya masyarakat yang membutuhkan hunian layak. Ia meminta Pemerintah Provinsi Lampung segera mengirimkan tim ke Jakarta guna memproses teknis pelaksanaan tambahan kuota tersebut.

Maruarar Sirait juga memaparkan target besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam sektor perumahan, di antaranya rencana pembangunan 10 kota baru di seluruh Indonesia serta memastikan kebijakan gratis biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) berjalan efektif dari Sabang sampai Merauke.

Menteri PKP selanjutnya menekankan tiga pilar utama dalam pembentukan setiap regulasi perumahan: harus bermanfaat bagi negara, bagi rakyat, dan memberikan kenyamanan bagi dunia usaha. Ia pun mengajak seluruh anggota REI untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme sebagai pengembang yang bertanggung jawab.

“Negara sangat membutuhkan pengusaha yang kuat, berkualitas, dan bertanggung jawab. Saya ingin nama REI dijaga, pastikan anggota REI benar-benar menjadi pengembang yang bertanggung jawab terhadap konsumennya,” pungkasnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Sumber / dok tim.(JMI)

Editor wep / Kompas1.id

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *