Angka Perceraian di Garut Masih Tinggi, Rata-rata 20 Pasangan Pisah Setiap Har

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT KOMPAS1.ID
Kabupaten Garut masih mencatatkan angka perceraian yang cukup tinggi. Data dari Pengadilan Agama Garut menunjukkan bahwa tren perceraian terus meningkat, bahkan rata-rata mencapai lebih dari 20 pasangan yang bercerai setiap harinya.

Berdasarkan data yang tercatat, pada tahun 2025 saja tercatat sekitar 6.000 hingga 7.000 perkara perceraian. Angka ini menempatkan Garut sebagai salah satu daerah dengan angka perceraian tertinggi di wilayah Priangan Timur dan masuk dalam urutan ke-5 terbanyak di Jawa Barat.

Tren ini tampaknya masih berlanjut di tahun 2026. Hingga bulan April lalu, sudah tercatat sekitar 2.600 perkara perceraian. Dari jumlah tersebut, terlihat bahwa inisiatif perceraian lebih banyak datang dari pihak istri. Tercatat sebanyak 2.121 gugatan diajukan oleh perempuan, sementara sisanya sebanyak 447 gugatan diajukan oleh laki-laki.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faktor Ekonomi dan Pinjol Jadi Penyebab Utama

Menurut catatan pihak berwenang, faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama yang mendominasi sekitar 80% dari total kasus. Namun, belakangan ini muncul faktor baru yang cukup mengkhawatirkan, yaitu maraknya praktik judi online dan pinjaman online (pinjol).

Baca Juga:  Akses Warga Terganggu, Proyek Jalan Lintas Ujung Bawang dan Kerusakan PDAM Dikeluhkan Masyarakat

Banyak kasus perceraian yang dipicu oleh suami yang kecanduan judi hingga menghabiskan harta benda dan menimbulkan utang yang sangat besar, bahkan ada yang mencapai miliaran rupiah. Selain itu, perselisihan paham, ketidakcocokan, hingga kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) juga masih menjadi alasan utama pasangan memutuskan untuk berpisah.

Tingginya angka perceraian ini tentu berdampak pada struktur sosial masyarakat, seperti meningkatnya jumlah kepala keluarga tunggal (janda/duda) serta perhatian terhadap nasib anak-anak yang menjadi korban putusnya hubungan orang tua. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk mencari solusi guna menekan angka perceraian di masa mendatang.

Reporter Wa Ratno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KADER HANURA APRESIASI LANGKAH TEGAS BUPATI KDS DEMI KENYAMANAN DAN KINERJA PEMKAB
Kejuaraan Karate Piala Bergilir Danrem 082/CPYJ Menjadi Wadah Pembinaan Bibit Unggul dan Pembentukan Karakter Bangsa
Api yang merayap di tanah perkampungan adat Lombok—seperti musibah yang melanda Kampung Adat Sade
PENYALURAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) (TAHUNG QNGGARAN 2026) DARI LOKASI DARI ALOKASI DANA DESA (DD) DESA KARAMAT MULYA, KECMATAN SOREANG, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT.
SNT 1 Subulussalam Ukir Sejarah: Fakhidah Elfida Sabet Emas Olimpiade Sains Tingkat Provinsi Aceh
Bus Sekolah SNT 1 Subulussalam Resmi Beroperasi, Fasilitasi Antar-Jemput Siswa,
*Gerak Cepat Polsek Tanjung Raja Padamkan Karhutla di Tanjung Temiang, Kapolres Ogan Ilir Ingatkan Bahaya Membakar Lahan*
Aktivitas Pagi di Stopan Immanuel, Perempatan Kopo, Selalu Dipadati Kendaraan
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:24 WIB

KADER HANURA APRESIASI LANGKAH TEGAS BUPATI KDS DEMI KENYAMANAN DAN KINERJA PEMKAB

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:23 WIB

Kejuaraan Karate Piala Bergilir Danrem 082/CPYJ Menjadi Wadah Pembinaan Bibit Unggul dan Pembentukan Karakter Bangsa

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:06 WIB

Api yang merayap di tanah perkampungan adat Lombok—seperti musibah yang melanda Kampung Adat Sade

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:56 WIB

PENYALURAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) (TAHUNG QNGGARAN 2026) DARI LOKASI DARI ALOKASI DANA DESA (DD) DESA KARAMAT MULYA, KECMATAN SOREANG, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT.

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:43 WIB

SNT 1 Subulussalam Ukir Sejarah: Fakhidah Elfida Sabet Emas Olimpiade Sains Tingkat Provinsi Aceh

Berita Terbaru