Kebakaran Metro Sports Center Semarang, Lima Korban Dirawat; Polisi Selidiki Dugaan Pemicu dari Perbaikan Videotron

Berita373 Dilihat


Semarang (05/05/2026) – Kebakaran hebat melanda kompleks Metro Sports Center di Jalan MT Haryono No.1014, Kelurahan Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, pada Senin (4/5/2026) malam. Insiden tersebut mengakibatkan lima orang mengalami luka bakar dan gangguan pernapasan, serta sempat menimbulkan kepanikan di dalam gedung yang digunakan untuk berbagai aktivitas.

Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Heri Wahyudi, yang turun langsung ke lokasi, menyampaikan bahwa sumber api diduga berasal dari salah satu ruangan di lantai dasar yang digunakan sebagai tempat ibadah.

banner 336x280

“Api pertama kali terlihat dari ruangan tempat dilakukan perbaikan perangkat videotron. Dari keterangan saksi, aktivitas tersebut memicu ledakan yang kemudian menyulut kobaran api,” ujar Heri.

Keterangan tersebut diperkuat oleh laporan Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Sucipto, S.H., yang menyebutkan bahwa upaya pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) tidak berhasil. Bahkan, terjadi tiga kali ledakan, dengan ledakan terakhir berintensitas cukup besar hingga mempercepat penyebaran api ke area lain.

Akibat kejadian itu, lima orang menjadi korban, yakni Giovani Adiyoga Susetya, Setija Dewi, Gungun Gunawan, Jamaludin, dan Febriana Putri Maharani. Para korban mengalami luka bakar dengan tingkat bervariasi serta gangguan pernapasan dan saat ini menjalani perawatan di RS Samsoe Hidayat.

Salah satu korban merupakan teknisi yang berada paling dekat dengan sumber ledakan sehingga mengalami luka bakar serius. Selain itu, dua perempuan yang berada di lantai atas sempat terjebak akibat kepulan asap tebal yang dengan cepat memenuhi ruangan. Keduanya berhasil menyelamatkan diri ke balkon sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran.

“Dua korban mengalami sesak napas karena terpapar asap saat berada di lantai tiga. Beruntung dapat segera dievakuasi dan langsung mendapatkan penanganan medis,” jelas Kapolrestabes.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.10 WIB setelah delapan unit mobil pemadam kebakaran Kota Semarang dikerahkan, dibantu dua truk tangki air dari Dinas Perumahan dan Permukiman. Proses pemadaman berlangsung intens mengingat kondisi gedung yang tertutup dan dipenuhi material mudah terbakar.

Pasca kejadian, aparat kepolisian langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Inafis dan Laboratorium Forensik Polrestabes Semarang. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dugaan awal mengarah pada aktivitas perbaikan perangkat elektronik, namun kepastian penyebab akan menunggu hasil pemeriksaan forensik,” tegas Kompol Sucipto.

Selain itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran, Disperkim, dan pihak rumah sakit dalam penanganan korban serta pendataan kerugian materiil yang hingga kini masih dihitung.

Situasi di lokasi kejadian saat ini dilaporkan telah kondusif. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan pengelola gedung untuk meningkatkan standar keselamatan, khususnya dalam penggunaan instalasi listrik dan pelaksanaan pekerjaan teknis di dalam bangunan.

Polisi mengimbau agar setiap aktivitas perbaikan perangkat elektronik dilakukan sesuai prosedur keamanan guna mencegah potensi kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan jiwa maupun harta benda.

Jurnalis Mulyoko

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *