Aksi AMPHI di Depan BNI dan KPK: “Bongkar Dugaan Penyimpangan Proyek IT Bernilai Triliunan

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kompas1.id

Jakarta, 29 April 2026 – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Penegak Hukum Indonesia (AMPHI) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor pusat Bank Negara Indonesia (BNI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aksi ini menyoroti dugaan penyimpangan tata kelola teknologi informasi di BNI dengan nilai proyek mencapai triliunan rupiah.

Ketua AMPHI, Sahrir Yapo, menegaskan bahwa temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan kelemahan serius dalam pengendalian internal BNI. “Bagaimana mungkin pengadaan senilai Rp902,4 miliar disetujui sebelum pejabat terkait lulus fit and proper test? Bagaimana mungkin kontrak besar seperti Enterprise License Agreement (ELA) IBM Rp215 miliar disetujui tanpa assessment pajak? Ini bukan sekadar kelalaian, melainkan indikasi kuat penyalahgunaan kewenangan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Massa membawa spanduk bertuliskan “BNI Bermasalah, KPK Jangan Diam!” dan menyerukan agar pejabat terkait dinonaktifkan sementara demi menjamin proses evaluasi yang independen.

AMPHI menyampaikan empat tuntutan utama:
1. Mendesak KPK mengusut tuntas dugaan penyimpangan proyek IT di BNI, termasuk RM Tool Rp30,35 miliar dan Base24 Rp322 miliar yang progresnya hanya 47% per September 2024.
2. Memanggil dan memeriksa Direktur Utama BNI terkait persetujuan pengadaan sebelum lulus fit and proper test.
3. Mengusut penunjukan langsung PT MTI dalam proyek EDC Full Managed Service Rp506 miliar yang diduga tidak sesuai ketentuan.
4. Menuntut manajemen BNI membuka secara transparan seluruh proyek IT bermasalah, termasuk ULA Oracle Rp292,5 miliar, serta menonaktifkan pejabat terkait.

Baca Juga:  BURON SELAMA BERHARI-HARI, KIAI PELAKU DUGAAN PENCABULAN 50 SANTRIWATI DI PATI AKHIRNYA DITANGKAP

Selain itu, AMPHI juga menyoroti Project Maverick (New BNI Mobile Banking/Wondr) dengan realisasi anggaran Rp182,94 miliar pada 2023 dan Rp81,415 miliar pada semester I 2024, yang terbukti bermasalah:
– Fitur tidak dikerjakan namun tetap dibayarkan
– Fitur di luar TOR justru dikerjakan
– Ketidaksesuaian pembayaran sebesar Rp16,827 miliar
– Denda keterlambatan sebesar Rp13,275 miliar

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa menutup aksi dengan seruan: “KPK jangan jadi penonton, selamatkan uang rakyat..! ”

(Noval).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelar Patroli Presisi dan KRYD Ops Jaran Lodaya 2026 Antisipasi C3*
Menyikapi Gempa Bitung: Kesiapsiagaan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan
SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?
*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*
Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras
Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan
**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**
📰 Bupati Bandung Lepas 500 Peserta Bapenda Bedas Run 5K, Gabungkan Olahraga dan Edukasi Pajak
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:45 WIB

Gelar Patroli Presisi dan KRYD Ops Jaran Lodaya 2026 Antisipasi C3*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:24 WIB

Menyikapi Gempa Bitung: Kesiapsiagaan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:37 WIB

SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:16 WIB

Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras

Berita Terbaru