Magelang.Jateng.Kompas1.id
Kesadaran akan pentingnya kompetensi dalam berkegiatan di alam terbuka kembali digaungkan melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Alam Indah Belum Tentu Aman”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi yang berkolaborasi dengan Three S Management, sebagai upaya nyata dalam mengurangi tingkat risiko kecelakaan hingga kematian di sektor pariwisata alam.
Sosialisasi ini menyasar para pemandu wisata, pegiat alam, serta masyarakat umum yang gemar melakukan aktivitas luar ruang seperti pendakian gunung, trekking, dan eksplorasi geowisata. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya keterampilan dasar keselamatan, manajemen risiko, serta kesiapan fisik dan mental sebelum melakukan aktivitas di alam.
Materi yang disampaikan mencakup teknik navigasi, pertolongan pertama, mitigasi bahaya alam, serta pentingnya mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap kegiatan wisata alam. Pesan utama yang ditekankan adalah bahwa keindahan alam tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat keamanannya.
Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi, Abby Travelers Indonesia, menegaskan bahwa masih banyak masyarakat yang meremehkan potensi bahaya di alam terbuka.
“Seringkali orang melihat alam hanya dari sisi keindahannya, tanpa memahami risiko yang ada. Padahal, tanpa kompetensi yang memadai, kegiatan di alam bisa berujung pada kecelakaan serius. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pembina dari Three S Management, Mas Rafael, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan ekosistem wisata alam yang lebih aman dan bertanggung jawab.
“Kami ingin mendorong setiap individu yang berkegiatan di alam terbuka memiliki standar kompetensi dasar. Dengan begitu, risiko kecelakaan dapat diminimalisir, bahkan dicegah sejak awal,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kompetensi tidak hanya penting bagi pemandu wisata, tetapi juga bagi wisatawan itu sendiri agar lebih siap menghadapi kondisi di lapangan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dalam wisata alam semakin meningkat, sehingga sektor pariwisata alam dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa mengorbankan keselamatan jiwa.
@Andi Suka_2026










