KEPALA DESA MALAKASARI BERSAMA CAMAT BALEENDAH DAN CAMAT PAMEUNGPEUK KOLABORASI BERSIHKAN SAMPAH LIAR

Berita95 Dilihat

KOMPAS1.ID
BANDUNG, 28 April 2026 – Pemerintah Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung bersama unsur pimpinan dari dua wilayah kerja yakni Camat Baleendah dan Camat Pameungpeuk, menggelar kerja bakti massal dalam rangka membersihkan tumpukan sampah liar yang mengganggu lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung secara bersemangat dan dihadiri pula oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Latar Belakang Kegiatan

banner 336x280

Desa Malakasari yang dulunya merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Pameungpeuk sebelum pemekaran wilayah, kini masuk ke dalam administrasi Kecamatan Baleendah. Namun, masalah sampah yang ada sering kali menyebar dan memengaruhi wilayah antar kecamatan, terutama di daerah perbatasan dan aliran sungai yang menghubungkan kedua wilayah. Hal inilah yang mendorong terjalinnya kerja sama lintas wilayah untuk menangani persoalan secara bersama-sama dan menyeluruh.

Kepala Desa Malakasari, Kiki Hanepi, menyatakan bahwa penumpukan sampah liar yang tidak tertangani tidak hanya merusak keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir serta menimbulkan berbagai penyakit. “Karena lokasi kita berdekatan dan aliran sungai serta jalur penghubung menghubungkan kedua wilayah, maka masalah lingkungan juga menjadi tanggung jawab kita bersama. Tidak bisa diselesaikan secara sendiri-sendiri,” ujarnya.

Kerja Sama yang Nyata

Dalam aksi pembersihan ini, Camat Baleendah Drs. Eef Syarif Hidayatulloh, M.Si dan Camat Pameungpeuk hadir langsung turun ke lapangan bersama warga. Mereka bahu-membahu memungut sampah, membersihkan saluran air, dan mengangkut tumpukan sampah yang sudah menumpuk dalam waktu lama. Berbagai jenis sampah seperti plastik, sisa makanan, dan barang-barang bekas berhasil dikumpulkan dan dibawa ke tempat pembuangan akhir dengan menggunakan kendaraan operasional yang disiapkan oleh pemerintah daerah.

Camat Baleendah menyampaikan bahwa kolaborasi seperti ini merupakan bentuk nyata dari semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. “Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan wilayah administrasi bukan menjadi penghalang untuk bekerja sama. Kebersihan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Camat Pameungpeuk yang mengapresiasi inisiatif yang digagas. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung sesaat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. “Pembersihan ini akan sia-sia jika kesadaran lingkungan belum tumbuh. Kami berharap warga ikut menjaga apa yang sudah kita perbaiki bersama,” tambahnya.

Harapan dan Rencana Berkelanjutan

Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi momen untuk merencanakan langkah-langkah ke depan. Pemerintah desa dan kedua kecamatan sepakat akan membuat posko pengawasan, memasang rambu larangan membuang sampah sembarangan, serta menyusun jadwal pembersihan rutin bersama. Mereka juga berencana memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah agar lingkungan tetap bersih dan sehat.

Warga setempat menyambut baik kegiatan ini dan merasa terbantu dengan adanya perhatian langsung dari para pemimpin daerah. Mereka berjanji akan ikut serta memelihara kebersihan lingkungan agar permasalahan serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni, sekaligus mempererat hubungan kerja sama antarwilayah demi kesejahteraan masyarakat bersama.

Redaksi Kompas1.id

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *