Aceh Singkil,- kOMPAS1.id || Menyambut hari jadi ke-27 pada 27 April 2026, Kabupaten Aceh Singkil diingatkan untuk tidak sekadar merayakan seremoni.
Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) menegaskan, momentum ini harus menjadi titik balik kebangkitan ekonomi rakyat melalui dukungan nyata terhadap usaha kecil dan ekonomi kreatif.
“Di usia ke-27 ini, sudah saatnya pemerintah fokus membantu pelaku usaha kecil dan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif lokal.
Jadikan hari jadi ini sebagai kado nyata bagi mereka,” tegas Yudi Sagala, pengurus SWI Aceh Singkil, Minggu (26/4/2026) di Sekretariat SWI, Ruko Pemda Pulo Sarok.
Menurut Yudi, dukungan tersebut tidak boleh berhenti pada wacana.
Pemerintah daerah perlu membuka akses permodalan, memberi kemudahan perizinan, serta mendorong perbankan untuk memprioritaskan pembiayaan bagi UMKM.
Ia menilai, kebangkitan usaha kecil adalah kunci pemulihan ekonomi daerah yang saat ini masih lesu.
“Pemda dan perbankan punya tanggung jawab moral untuk memulihkan kondisi ini,” ujarnya.
Tak hanya pemerintah, Yudi juga menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta, termasuk NGO dan perusahaan perkebunan pemegang HGU.
Melalui dana CSR, mereka dinilai mampu memberikan pembinaan, pelatihan, dan pendampingan bagi pelaku usaha kecil di sekitar wilayah operasional.
“Jika usaha kecil hidup, maka roda ekonomi masyarakat ikut bergerak. Ini kepentingan bersama,” tambahnya.
Yudi juga menyoroti kondisi Kota Singkil yang dinilainya masih minim aktivitas ekonomi. Ia menggambarkan suasana kota yang lengang dan kurang bergairah, jauh dari dinamika kota yang berkembang.
“Infrastruktur memang penting, tetapi kebangkitan pelaku usaha kecil dan ekonomi kreatif tidak kalah vital untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menutup pernyataannya, SWI Aceh Singkil mengucapkan selamat hari jadi ke-27 Kabupaten Aceh Singkil. Mereka berharap daerah ini mampu bangkit dan berjaya di bawah semangat warisan Syekh Abdurrauf As-Singkili. (SB)











