Kapus hulu Kompas1.id
Kondisi jalan di ruas Simpang Nanga Lot menuju Desa Nanga Luan, Kabupaten Kapuas Hulu, saat ini semakin memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi akses vital bagi masyarakat dari beberapa desa di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah dan sangat sulit dilalui, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung. (24/04/2026)
Berdasarkan pantauan di lapangan, permukaan jalan kini dipenuhi lumpur tebal, penuh lubang, dan sangat licin. Bahkan di sejumlah titik, kendaraan tidak dapat melintas tanpa adanya upaya perbaikan darurat terlebih dahulu. Warga terpaksa harus melakukan “menyangkul” atau memperbaiki jalan secara manual agar bisa dilewati oleh sepeda motor maupun kendaraan lainnya. Kondisi ini tentu sangat menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Jalan ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung utama bagi warga Desa Nanga Luan dan desa-desa sekitarnya. Selain untuk mobilitas penduduk, jalan tersebut juga menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian, pengangkutan kebutuhan pokok, hingga akses menuju layanan pendidikan dan kesehatan. Rusaknya infrastruktur ini berdampak langsung terhadap perekonomian dan keselamatan masyarakat.
Keluhan pun bermunculan dari warga. Selain memperlambat waktu tempuh, jalan yang rusak meningkatkan risiko kecelakaan. Kendaraan kerap terjebak di genangan lumpur dan harus didorong secara bergotong royong. Dalam situasi tertentu, akses ini berpotensi terputus total jika tidak ada upaya penanganan darurat dari masyarakat setempat.
Ironisnya, hingga saat ini perbaikan permanen dari pihak terkait belum terlihat nyata. Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk segera mengambil langkah konkret. Mengingat fungsi jalan ini yang sangat vital, sudah seharusnya mendapatkan prioritas dalam pembangunan infrastruktur.
Semangat gotong royong warga memang patut diapresiasi, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan solusi jangka panjang. Diperlukan penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan agar jalan ini dapat kembali layak, aman, dan nyaman digunakan.
Masyarakat hanya bisa berharap agar keluhan ini segera didengar dan ditindaklanjuti. Sebab, akses jalan yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat di wilayah tersebut.
Jurnalis: Effendy












