Empat Isu Penting Ini Disampaikan Bupati di Rapat Paripurna DPRD: Banjir, Kemacetan, Sampah dan Tata Ruang

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 00:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Bandung, Kompas 1.Id.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan empat isu yang dihadapi dan menjadi tantangan besar di Kabupaten Bandung. Pertama isu banjir yang ramai dan berkembang di media sosial, kedua isu kemacetan, ketiga isu sampah dan keempat isu tata ruang.

Hal ini disampaikan Bupati Dadang Supriatna ( KDS) di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) saat sambutannya pada acara Rapat Paripurna DPRD Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, Senin (20/4/2026).

“Tentu kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada dukungan dari Pak Gubernur Jawa Barat,” kata KDS.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk menyikapi keempat isu itu, KDS berharap dan mohon ditangani melalui kolaborasi. Kabupaten Bandung yang tadinya satu kemudian dimekarkan menjadi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, tolong dikumpulkan kembali para pimpinan kepala daerahnya oleh Gubernur Jawa Barat untuk menyelesaikan keempat isu tersebut.

“Kami siap untuk berkolaborasi. Kami siap untuk memberikan subsidi dan termasuk anggaran dalam rangka menyelesaikan persoalan yang tadi kami sampaikan,” tutur Bupati KDS.

Bupati Bandung menegaskan di Kabupaten Bandung sampah menjadi persoalan yang krusial. Di Kabupaten Bandung menghasilkan sampah sebanyak 1.800 ton per hari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur Jawa Barat, kemarin, kita sudah melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI dan ini akan selesai pada tahun yang akan datang. Persoalannya hingga tahun akan datang kita selesaikan persoalannya,” tuturnya.

Dikatakannya, insya Allah melalui kolaborasi dan instruksi bupati yang akan diberikan kepada para kepala desa se-Kabupaten Bandung, bahwa sampah bisa dikelola oleh KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) di masing-masing desa dan setelah didaur ulang kemudian dibeli oleh perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung.

“Ini salah satu solusi dan terobosan, termasuk dalam penanganan sampah ini melalui TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dan sebagainya,” katanya.

Baca Juga:  Hati Warga Terdampak Bencana Berbunga, Jadup Aceh Singkil Cair, Data Tahap Berikutnya Diusulkan ‎

Tentu, kata dia, urusan banjir dan sampah, bukan urusan pemerintah daerah saja. “Tapi urusan kita semua,” ungkapnya.

Bupati KDS mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung, termasuk seluruh anggota DPRD Kabupaten Bandung dan perwakilan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat asal Kabupaten Bandung untuk sama-sama menyikapi empat isu lingkungan tersebut.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Anggota DPR RI Ahmad Heryawan asal Dapil Jabar 2, yang sudah mensuport dalam peningkatan pembangunan di Kabupaten Bandung.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini berkesinambungan. Kami selaku pemerintah daerah Kabupaten Bandung akan terus berkolaborasi dalam berbagai program untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

KDS juga menegaskan siap mendukung dan mensukseskan program Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

lebih lanjut Ia mengatakan bahwa pada tahun ini ada evaluasi tentang rencana tata ruang wilayah di Kabupaten Bandung.

“Yang mana memang sudah berjalan hampir dua bulan dan ini lagi penyesuaian. Dan tentu Perda (Peraturan Daerah) yang sudah keluar ini harus kita laksanakan. Maka salah satu upaya yang menjadi saran dan pendapat atau arahan dari Pak Gubernur, nanti akan diimplementasikan dalam evaluasi rencana tata ruang wilayah Kabupaten Bandung yang saat ini sedang dilakukan,” tuturnya.

Menurutnya, yang menjadi bahan evaluasi itu, di antaranya pertama berdasarkan arahan dari Kementerian ATR, bahwa LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan)-nya di 87 persen.

“Dan alhamdulillah sudah terpenuhi dari luasan lahan 24.000 hektare, itu lahan yang harus kita lindungi melalui LP2B. Di luar LP2B baru ada pembangunan,” tuturnya

Salah satu yang membantu program kami dalam membantu penyesuaian tata ruang. Dan juga sesuai arahan tadi, daerah Pacira (Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali), Pangalengan, Bandung Selatan i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru