Skandal Ayam Tanpa Tulang di Kabupaten Bandung: Jejak Korupsi Rp128,5 Miliar yang Menggerogoti Uang Rakyat

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 00:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Kasus dugaan korupsi kembali mengguncang Kabupaten Bandung. Kali ini, proyek pengadaan ayam tanpa tulang yang semestinya menopang kebutuhan pangan masyarakat justru berubah menjadi ladang penyimpangan. Nilai kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp128,5 miliar menjadikan kasus ini sorotan tajam publik.

Sejak tahap perencanaan, proyek ini diduga telah disusupi praktik tidak wajar. Indikasi mark-up harga hingga ketidaksesuaian kualitas barang menguatkan dugaan bahwa pengadaan tersebut bukan sekadar kelalaian, melainkan rekayasa sistematis demi keuntungan segelintir pihak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aparat penegak hukum telah menetapkan dua tersangka yang diduga memegang peran kunci dalam proyek ini. Keduanya disinyalir mengendalikan jalannya pengadaan, mulai dari perencanaan hingga distribusi. Penelusuran aliran dana kini menjadi fokus utama untuk mengungkap sejauh mana praktik korupsi ini berlangsung.

Penetapan tersangka baru menjadi pintu awal dalam membongkar skandal yang lebih besar. Publik menuntut transparansi dan ketegasan hukum agar seluruh pihak yang terlibat, tanpa kecuali, dapat dimintai pertanggungjawaban.

Baca Juga:  Ironis! Jalan Rusak Parah di Depan Pondok Bupati, Alat Berat Justru Menganggur

Dampak kasus ini tidak hanya menggerus keuangan negara, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Program yang seharusnya memberi manfaat justru meninggalkan kekecewaan dan kecurigaan.

Proses penyidikan masih terus berjalan. Pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti tambahan membuka kemungkinan munculnya tersangka baru.

Penegakan hukum yang tegas dan tanpa kompromi diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus memutus rantai praktik korupsi serupa.

Kasus ini menjadi alarm keras:

tanpa integritas, anggaran publik hanya akan menjadi sasaran empuk penyimpangan. Transparansi dan akuntabilitas bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mutlak untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dan mencegah skandal serupa terulang di masa depan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BOS SMPN 4 Darma Rp.222 Juta : Honor Turun 78%, Admin Naik 140%, Konfirmasi Awak Media Belum Direspon Lengkap.
Dandim 0412/LU Ikuti Vicon Wapang TNI, Percepatan 35 Ribu KDKMP Jadi Fokus Nasional
Ratusan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Bertema “Bukan Sekadar Hijrah Biasa” di Mesjid Besar Karangpawitan
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Terjun Langsung ke Disdik, Pantau Proses SPMB 2026
Tuduh Wartawan Terima Suap, Hendri Diminta Buktikan Ucapan atau Hadapi UU ITE
Marwah Wartawan Di Lecehkan ,Didampingi Kuasa Hukum Ferdiansyah Laporkan Hendri ke Polres Way Kanan: Postingan Facebook Serang Profesi & Sebar Foto Pribadi
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Tiga Pilar Bali Sadhar Utara Perkuat Sinergi dan Gelar Vaksinasi Rabies Massal
Semangat Hari Bhayangkara ke-80, Tiga Pilar Kampung Bali Sadhar Utara Sinergi Cegah Penyebaran Penyakit Rabies
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:09 WIB

BOS SMPN 4 Darma Rp.222 Juta : Honor Turun 78%, Admin Naik 140%, Konfirmasi Awak Media Belum Direspon Lengkap.

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:09 WIB

Dandim 0412/LU Ikuti Vicon Wapang TNI, Percepatan 35 Ribu KDKMP Jadi Fokus Nasional

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:25 WIB

Ratusan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Bertema “Bukan Sekadar Hijrah Biasa” di Mesjid Besar Karangpawitan

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:54 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Terjun Langsung ke Disdik, Pantau Proses SPMB 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:50 WIB

Tuduh Wartawan Terima Suap, Hendri Diminta Buktikan Ucapan atau Hadapi UU ITE

Berita Terbaru