Kompas1.id Halmahera Barat
Ketua SEMAINDO Halmahera Barat, Sahrir Jamsin, melontarkan ultimatum keras kepada Direktur RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel, terkait polemik anggaran BLUD tahun 2025 yang dinilai penuh kejanggalan dan tidak transparan.
Sahrir menegaskan, klarifikasi yang disampaikan oleh Direktur RSUD Jailolo sejauh ini tidak lebih dari sekadar retorika yang gagal menjawab substansi persoalan anggaran.
“Klarifikasi dari Direktur RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel, itu hanya retorika. Publik tidak butuh bahasa berputar-putar. Sebagai Direktur, seharusnya menjelaskan anggaran secara jelas, rinci, dan berbasis data bukan meraba-raba,” tegas Sahrir.
Ia bahkan menilai cara penyampaian Dirut RSUD Jailolo terkesan tidak tegas dan menunjukkan adanya tekanan dalam menjelaskan kondisi sebenarnya.
“Seorang Direktur tidak boleh terlihat ragu terhadap data yang ia kelola sendiri. Cara menjelaskan yang tidak konsisten itu menimbulkan kesan kuat bahwa ada tekanan dan sesuatu yang sedang ditutupi,” .
Menurut Sahrir, pengelolaan anggaran BLUD yang bersumber dari pelayanan publik tidak boleh diselimuti oleh bahasa normatif yang justru mengaburkan fakta.
“Ini uang rakyat, bukan ruang untuk bermain kata-kata. Jangan jadikan istilah teknis sebagai tameng. Kalau bersih, buka saja semuanya secara terang,” katanya.
Dalam pernyataannya, Sahrir memberikan ultimatum terbuka kepada Direktur RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel, untuk segera membuktikan transparansi melalui audit yang disaksikan publik.
“Saya beri tantangan sekaligus ultimatum: Direktur RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel, berani atau tidak melakukan audit terbuka yang disaksikan publik? Jangan hanya berani bicara di media, tapi tutup data di belakang,” tegasnya.
Ia juga memperingatkan bahwa jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, SEMAINDO Halmahera Barat akan mengambil langkah lebih jauh.
“Kalau tidak ada audit terbuka, kami akan turun aksi besar-besaran dan mendorong persoalan ini ke aparat penegak hukum. Ini bukan lagi soal klarifikasi, ini soal dugaan penutupan fakta,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Sahrir kembali menegaskan bahwa transparansi adalah harga mati dalam pengelolaan anggaran publik.
“Direktur RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel, harus memilih: terbuka di hadapan publik atau terus berada dalam bayang-bayang kecurigaan. Kami tidak akan berhenti sampai kebenaran dibuka, “tutup Sahrir.
(Noval).














