Modus “Silent Call”—tahap awal dari skema penipuan digital yang dirancang rapi dan berbahaya

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Di balik “keheningan” itu, penipu menggunakan sistem otomatis (robocall) untuk mengumpulkan dan memvalidasi data Anda. Mereka tidak butuh percakapan panjang—cukup satu respons kecil dari Anda.

Saat Anda menjawab “Halo?”, inilah yang sebenarnya terjadi: Nomor Anda Tervalidasi Mereka memastikan nomor Anda aktif dan digunakan oleh manusia. Setelah itu, nomor Anda masuk ke daftar target prioritas—siap dibombardir dengan penipuan berikutnya seperti phishing atau scam WhatsApp.

Suara Anda Bisa Direkam Dalam kasus tertentu, suara Anda direkam untuk dijadikan sampel. Dengan teknologi AI (deepfake voice), suara tersebut bisa disalahgunakan untuk menipu orang terdekat Anda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebiasaan Anda Dipetakan Mereka mencatat kapan Anda biasanya mengangkat telepon. Data ini digunakan untuk menentukan waktu paling efektif melancarkan penipuan berikutnya. Cara Cerdas Menghadapinya

• Jangan Bicara Lebih Dulu

Baca Juga:  Sumedang Tembus Lima Besar Nasional, Daya Saing Daerah Melesat di Tingkat Indonesia

Jika terlanjur mengangkat, diam selama beberapa detik. Sistem otomatis biasanya akan langsung menutup jika tidak ada respons suara.

• Cek Nomor dengan Aplikasi

Gunakan aplikasi seperti GetContact atau Truecaller untuk melihat apakah nomor tersebut sudah ditandai sebagai spam.

• Jangan Pernah Telepon Balik

Ini krusial. Menelpon balik nomor asing bisa membuat Anda terkena biaya mahal (Wangiri Scam).

• Blokir Tanpa Ragu

Begitu mencurigakan, langsung blokir. Jangan beri celah kedua.

 Ingat:

Keheningan ini bukan kebetulan—ini strategi. Satu kata dari Anda bisa jadi pintu masuk ke penipuan berikutnya.

 Jika menerima telepon asing yang diam—tutup, blokir, dan abaikan. Lindungi diri Anda, dan sebarkan informasi ini ke keluarga sekarang juga.

#WaspadaPenipuan #KeamananDigital #SilentCall #CyberSecurity #ModusPenipuan

Bob Hariawan / Kabiro Kota Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo
Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.
Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara
Menembak Begal*
‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha
Warga Rancaekek Gempar, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Citarik
KDS Berikan Beasiswa S2 untuk Duta Pesantren Kabupaten Bandung
Kekuatan Nama ‘Dedi’ di Jawa Barat: Kang Dedi Mulyadi Kumpulkan Sesama Pemilik Nama, Langsung Viral
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:59 WIB

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:50 WIB

Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:55 WIB

‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB