KOMPAS1.id || Di balik “keheningan” itu, penipu menggunakan sistem otomatis (robocall) untuk mengumpulkan dan memvalidasi data Anda. Mereka tidak butuh percakapan panjang—cukup satu respons kecil dari Anda.
Saat Anda menjawab “Halo?”, inilah yang sebenarnya terjadi: Nomor Anda Tervalidasi Mereka memastikan nomor Anda aktif dan digunakan oleh manusia. Setelah itu, nomor Anda masuk ke daftar target prioritas—siap dibombardir dengan penipuan berikutnya seperti phishing atau scam WhatsApp.
Suara Anda Bisa Direkam Dalam kasus tertentu, suara Anda direkam untuk dijadikan sampel. Dengan teknologi AI (deepfake voice), suara tersebut bisa disalahgunakan untuk menipu orang terdekat Anda.
Kebiasaan Anda Dipetakan Mereka mencatat kapan Anda biasanya mengangkat telepon. Data ini digunakan untuk menentukan waktu paling efektif melancarkan penipuan berikutnya. Cara Cerdas Menghadapinya
• Jangan Bicara Lebih Dulu
Jika terlanjur mengangkat, diam selama beberapa detik. Sistem otomatis biasanya akan langsung menutup jika tidak ada respons suara.
• Cek Nomor dengan Aplikasi
Gunakan aplikasi seperti GetContact atau Truecaller untuk melihat apakah nomor tersebut sudah ditandai sebagai spam.
• Jangan Pernah Telepon Balik
Ini krusial. Menelpon balik nomor asing bisa membuat Anda terkena biaya mahal (Wangiri Scam).
• Blokir Tanpa Ragu
Begitu mencurigakan, langsung blokir. Jangan beri celah kedua.
Ingat:
Keheningan ini bukan kebetulan—ini strategi. Satu kata dari Anda bisa jadi pintu masuk ke penipuan berikutnya.
Jika menerima telepon asing yang diam—tutup, blokir, dan abaikan. Lindungi diri Anda, dan sebarkan informasi ini ke keluarga sekarang juga.
#WaspadaPenipuan #KeamananDigital #SilentCall #CyberSecurity #ModusPenipuan
Bob Hariawan / Kabiro Kota Bandung












