Kasus viral ibu muda Nina Saleha (27) yang Mengaku bayinya nyaris dibawa Orang tak dikenal

Berita193 Dilihat

Bandung Kompas1.id
Kasus viral ibu muda Nina Saleha (27) yang mengaku bayinya nyaris dibawa orang tak dikenal di RSHS Bandung memicu gelombang kemarahan publik. Sorotan tajam kini mengarah pada sistem keamanan dan standar operasional rumah sakit terbesar di Jawa Barat tersebut.

Ketua Fraksi PPP DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, angkat bicara dengan nada tegas. Ia menyebut kejadian ini sebagai peristiwa memalukan yang kembali mencoreng dunia pelayanan kesehatan di Jabar.

banner 336x280

“Ini bukan kejadian pertama. Tahun lalu ada kasus dokter cabul, sekarang bayi nyaris dibawa orang tak dikenal. Ini serius,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Zaini mendesak agar Standar Operasional Prosedur (SOP) di RSHS segera diinvestigasi secara menyeluruh. Ia menilai, kejadian tersebut menunjukkan adanya celah besar dalam sistem pengamanan rumah sakit.

Menurutnya, lalu-lalang orang yang tidak jelas di area sensitif seperti ruang perawatan bayi menjadi indikasi kuat lemahnya pengawasan. Bahkan, ia tak menutup kemungkinan adanya dugaan keterlibatan sindikat.

“Ada ruang-ruang yang terbuka, orang bisa bebas masuk dan berinteraksi. Bisa saja ini bagian dari sindikat yang memang terbiasa melakukan hal seperti ini,” katanya.

Ia juga mempertanyakan implementasi SOP yang selama ini diterapkan. Menurutnya, jika prosedur dijalankan dengan benar, kejadian nyaris penculikan bayi tidak mungkin terjadi.

“Kalau SOP-nya benar-benar dijalankan, kejadian seperti ini seharusnya bisa dicegah,” tegas politisi PPP tersebut.

Zaini menekankan bahwa RSHS berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan, sehingga pengawasan dari pemerintah pusat harus diperketat. Ia meminta investigasi dilakukan secara langsung oleh Kemenkes.

Tak hanya itu, jika ditemukan unsur pidana dalam kasus ini, ia meminta aparat kepolisian segera turun tangan untuk menindak tegas pelaku.

Kasus ini pun menjadi alarm keras bagi sistem pelayanan kesehatan di Jawa Barat. Publik kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar evaluasi, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.***

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *