Kasus viral ibu muda Nina Saleha (27) yang Mengaku bayinya nyaris dibawa Orang tak dikenal

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Kompas1.id
Kasus viral ibu muda Nina Saleha (27) yang mengaku bayinya nyaris dibawa orang tak dikenal di RSHS Bandung memicu gelombang kemarahan publik. Sorotan tajam kini mengarah pada sistem keamanan dan standar operasional rumah sakit terbesar di Jawa Barat tersebut.

Ketua Fraksi PPP DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, angkat bicara dengan nada tegas. Ia menyebut kejadian ini sebagai peristiwa memalukan yang kembali mencoreng dunia pelayanan kesehatan di Jabar.

“Ini bukan kejadian pertama. Tahun lalu ada kasus dokter cabul, sekarang bayi nyaris dibawa orang tak dikenal. Ini serius,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zaini mendesak agar Standar Operasional Prosedur (SOP) di RSHS segera diinvestigasi secara menyeluruh. Ia menilai, kejadian tersebut menunjukkan adanya celah besar dalam sistem pengamanan rumah sakit.

Menurutnya, lalu-lalang orang yang tidak jelas di area sensitif seperti ruang perawatan bayi menjadi indikasi kuat lemahnya pengawasan. Bahkan, ia tak menutup kemungkinan adanya dugaan keterlibatan sindikat.

Baca Juga:  *POLSEK MARGAASIH GENCARKAN PATROLI PRESISI, PASTIKAN MARGAASIH AMAN DARI C3*

“Ada ruang-ruang yang terbuka, orang bisa bebas masuk dan berinteraksi. Bisa saja ini bagian dari sindikat yang memang terbiasa melakukan hal seperti ini,” katanya.

Ia juga mempertanyakan implementasi SOP yang selama ini diterapkan. Menurutnya, jika prosedur dijalankan dengan benar, kejadian nyaris penculikan bayi tidak mungkin terjadi.

“Kalau SOP-nya benar-benar dijalankan, kejadian seperti ini seharusnya bisa dicegah,” tegas politisi PPP tersebut.

Zaini menekankan bahwa RSHS berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan, sehingga pengawasan dari pemerintah pusat harus diperketat. Ia meminta investigasi dilakukan secara langsung oleh Kemenkes.

Tak hanya itu, jika ditemukan unsur pidana dalam kasus ini, ia meminta aparat kepolisian segera turun tangan untuk menindak tegas pelaku.

Kasus ini pun menjadi alarm keras bagi sistem pelayanan kesehatan di Jawa Barat. Publik kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar evaluasi, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pesawaran Setujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
DPP JMI Resmi Gugat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Cq. Dinas Pendidikan ke Pengadilan Negeri Kalianda atas Dugaan Wanprestasi dan Perbuatan Melawan Hukum (PMH)
*Satresnarkoba Polres Ogan Ilir dan Polsek Tanjung Raja Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Empat Tersangka Beserta Barang Bukti Diamankan*
Jejak Kasih di Aspal Pangandaran: Bila Roda Berputar, Hati Berlabuh
*”DUGAAN KSOP BITUNG LANGKAHI KEWENANGAN DIR KPLP.! SCRAPING BELASAN KAPAL DI TANDURUSA JADI SOROTAN NASIONAL”*
Hadirnya Sekolah Nasional Terintegrasi, Angkat Wibawa Kecamatan Longkib Menuju Level Nasional
Kapolres Tulang Bawang Bantu Lunasi Utang Nenek Sarmi, Korban Pencurian yang Hidup Sebatang Kara
Pemerintah Siapkan 1.000 Rusun di Kiaracondong Bandung, Pembangunan Tunggu Regulasi Pemanfaatan Aset BUMN
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:52 WIB

DPRD Pesawaran Setujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:37 WIB

DPP JMI Resmi Gugat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Cq. Dinas Pendidikan ke Pengadilan Negeri Kalianda atas Dugaan Wanprestasi dan Perbuatan Melawan Hukum (PMH)

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:22 WIB

Jejak Kasih di Aspal Pangandaran: Bila Roda Berputar, Hati Berlabuh

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:24 WIB

*”DUGAAN KSOP BITUNG LANGKAHI KEWENANGAN DIR KPLP.! SCRAPING BELASAN KAPAL DI TANDURUSA JADI SOROTAN NASIONAL”*

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:59 WIB

Hadirnya Sekolah Nasional Terintegrasi, Angkat Wibawa Kecamatan Longkib Menuju Level Nasional

Berita Terbaru