Tawuran Berdarah Remaja di Sukabumi Terungkap, Janjian Lewat Instagram dan Bawa Senjata Tajam

- Penulis

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id || Polisi mengungkap fakta di balik insiden pembacokan yang melibatkan sekelompok remaja di wilayah perbatasan Kecamatan Parungkuda dan Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Peristiwa yang sempat menggegerkan warga itu dipastikan merupakan aksi tawuran yang telah direncanakan sebelumnya melalui media sosial.

Kapolsek Cibadak Polres Sukabumi, AKP I Djubaedi, mengatakan pihaknya telah mengamankan empat remaja yang diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pelaku rata-rata berusia 18 tahun dan masing-masing berinisial Al, ZD, RH, dan Rl.

Insiden itu terjadi pada Minggu dini hari, tepatnya di Jalan Nasional, Desa Pamuruyan, kawasan perbatasan Parungkuda–Cibadak.

Menurut Djubaedi, kejadian bermula dari ajakan seorang remaja berinisial A melalui grup media sosial untuk berkumpul bersama rekan-rekannya di wilayah Cibadak dan sekitarnya.

“Jumlah yang berkumpul sekitar 13 sampai 15 orang. Awalnya mereka diminta datang dengan alasan membantu mengambil sepeda motor jenis Aerox, karena diduga ada persoalan dengan kelompok lain dari Parungkuda,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Sekitar pukul 01.00 WIB, rombongan tersebut bergerak menuju Parungkuda. Namun, setibanya di kawasan Madu Odeng, tidak terjadi apa pun lantaran waktu sudah larut. Warga yang melihat kerumunan mencurigakan itu kemudian melapor ke pihak kepolisian.

Petugas Polsek Cibadak bersama warga setempat langsung melakukan pembubaran. Sebagian kelompok kembali ke Cibadak, sementara beberapa lainnya terpisah dan tidak ikut kembali.

Di titik perbatasan Parungkuda dan Cibadak, kelompok tersebut justru bertemu dengan komunitas remaja lain. Dari hasil penyelidikan polisi, pertemuan itu ternyata telah disepakati sebelumnya.

Baca Juga:  Tegas Lettu S, Kehadirannya di Lapangan Adalah Bagian Dari Tugas Resmi Bukan Mengintervensi Hukum Atau Melindungi Tambang Emas Garini

“Dari pendalaman, mereka sudah saling janjian melalui Instagram. Jadi ini bukan kejadian spontan, melainkan tawuran yang direncanakan,” tegas Djubaedi.

Akibat bentrokan tersebut, lima orang mengalami luka-luka. Empat korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sekarwangi, masing-masing berinisial AS alias Alvin, B, MIF, dan MD.

Sementara satu korban lainnya hanya menjalani perawatan jalan dan telah dipulangkan.

Laporan kejadian diterima polisi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIB. Aparat langsung bergerak melakukan pengecekan korban, olah tempat kejadian perkara, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Hingga Minggu malam atau Senin dini hari, kami berhasil mengamankan empat orang. Saat ini masih dilakukan pendalaman terkait peran masing-masing pelaku,” tambahnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu bilah samurai, dua celurit, dan satu senjata tajam jenis corbek. Senjata-senjata tersebut diduga digunakan saat tawuran dan berasal dari dua komunitas yang terlibat.

Pihak kepolisian juga mengimbau remaja lain yang terlibat agar segera menyerahkan diri untuk mempermudah proses hukum. Polisi memastikan identitas para pelaku lain telah dikantongi dan penyelidikan masih terus berlanjut.

Sebelumnya, empat remaja dilaporkan dilarikan ke IGD RSUD Sekarwangi dalam kondisi bersimbah darah. Mereka mengaku menjadi korban serangan senjata tajam oleh sekelompok pengendara motor pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

 

Sumber: Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Lagi Sekadar Kritik, DPP JMI Tempuh Jalur Hukum terhadap Sekda OKU”
Lingkungan vs Ekonomi: Warga Tanjung Merah Tagih Ketegasan Pemkot & Polres Bitung Soal PT Futai
Ribuan Massa GEMPAR Gelar Aksi Damai di Halaman Kantor Bupati Tasikmalaya
Aktivis GAMMA Diperiksa, Polres Lebak Dalami Dugaan Penghinaan Saat Audiensi di PUPR Lebak
Terminal Cicaheum Resmi Berhenti Beroperasi, Seluruh Layanan Bus Dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang
DESA KAWUNGSARI KECAMATAN CIBEUREUM TUNTASKAN GEDUNG KOPERASI MERAH PUTIH DUKUNG ASTA CITA EKONOMI DESA.
BERITA ACARA PENGAWASAN PENYELENGGARAAN ANGGARAN
Prabowo: Persatuan dan Kolaborasi Kunci Wujudkan Kemandirian Ekonomi Berbasis Riset
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 13:47 WIB

Tak Lagi Sekadar Kritik, DPP JMI Tempuh Jalur Hukum terhadap Sekda OKU”

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Lingkungan vs Ekonomi: Warga Tanjung Merah Tagih Ketegasan Pemkot & Polres Bitung Soal PT Futai

Senin, 29 Juni 2026 - 09:52 WIB

Ribuan Massa GEMPAR Gelar Aksi Damai di Halaman Kantor Bupati Tasikmalaya

Senin, 29 Juni 2026 - 05:11 WIB

Terminal Cicaheum Resmi Berhenti Beroperasi, Seluruh Layanan Bus Dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang

Senin, 29 Juni 2026 - 02:55 WIB

DESA KAWUNGSARI KECAMATAN CIBEUREUM TUNTASKAN GEDUNG KOPERASI MERAH PUTIH DUKUNG ASTA CITA EKONOMI DESA.

Berita Terbaru