Kompas1.id Tobelo
-Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Utara (Halut) Menghadiri undangan rapat terbuka bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Utara diruang rapat Bangsaha. (7/4/26)
Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan DPRD Halut. Agustina Lesnusa (Ketua DPRD Halut), Yusril bailusi (Wakil ketua I) Ingrid paparang (Wakil ketua II) bersama dengan seluruh anggota komisi I-III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Halmahera Utara.
Ketua Umum KNPI Halmahera Utara “Devid Marthin” yang juga dikenal sebagai Presiden Pemuda Halmahera Utara, menegaskan bahwa selama ini terjadi ketimpangan serius antara nilai global dan harga yang diterima petani.
Ketum KNPI Halut “Devid Martin” Kelapa kita mahal di pasar dunia, tapi murah di tangan petani. Ini tidak masuk akal dan tidak boleh terus dibiarkan. Menghargai petani dengan angka Rp3.000 per butir itu bukan angka tinggi, itu angka yang adil.” Tegas Devid.
Devid juga menegaskan bahwa, Angka 3.000 bukanlah sebuah angka tinggi jika di hitung dengan teliti.
“Dengan Harga Rp.3.000 per butir bukan angka spekulatif, melainkan hasil perhitungan ekonomi berbasis harga global dan realitas lokal. Ujar Devid.”
KNPI juga merasa pesimis, Jika skema ini tidak bisa dikontrol oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Maka Kehadiran PT. Nico gagal dalam menciptakan ekonomi petani kelapa yang layak dan SETARA.
“Jika harga tetap berada di bawah angka tersebut, maka yang terjadi bukan mekanisme pasar yang sehat, melainkan ketimpangan yang terus merugikan petani. Tutup Presiden Pemuda Halut
(Dj/Noval).













