‎Kondisi Halaman UPTD SPF SD Takal Pasir di Kabupaten Aceh Singkil Menuai Kritik

Aceh Singkli179 Dilihat

Aceh Singkil kompas1.id –
Kondisi halaman UPTD SPF SD Takal Pasir di Kabupaten Aceh Singkil menuai kritik keras dari masyarakat setempat. Rumput liar yang tumbuh tinggi dan dibiarkan tanpa perawatan dinilai bukan hanya mencerminkan kelalaian, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah, Jumat (04/04/2026).

‎Pantauan langsung di lokasi menunjukkan tidak adanya tanda-tanda perawatan halaman sekolah. Rumput tampak menjulang tinggi tanpa upaya pembabatan maupun penyemprotan, sehingga menimbulkan kesan pembiaran di lingkungan pendidikan dasar tersebut.

‎Kondisi ini memicu kekhawatiran para orang tua siswa yang menilai lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

‎“Ini sekolah, bukan kebun yang dibiarkan liar. Anak-anak bermain di sini setiap hari. Kalau ada ular atau benda berbahaya, siapa yang bertanggung jawab?” ungkap seorang wali murid dengan nada kesal.

‎Selain persoalan kebersihan, sorotan juga mengarah pada pengelolaan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Masyarakat mulai mempertanyakan apakah anggaran yang seharusnya digunakan untuk operasional dan pemeliharaan sekolah telah dialokasikan dengan tepat.

Minimnya transparansi dari pihak sekolah semakin memperkuat kecurigaan publik. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi terkait alasan terbengkalainya perawatan halaman sekolah tersebut.

‎Ketidakjelasan ini membuka ruang spekulasi di tengah masyarakat terkait kemungkinan adanya kelalaian dalam pengelolaan anggaran sekolah.

‎Tak hanya pihak sekolah, peran komite sekolah juga turut disorot. Sebagai lembaga yang seharusnya menjadi penghubung antara sekolah dan masyarakat, komite dinilai belum menunjukkan sikap tegas terhadap kondisi yang terjadi.

‎Keberadaan komite sekolah bahkan dianggap cenderung pasif di tengah persoalan yang dinilai cukup serius dan berdampak langsung terhadap keselamatan siswa.

‎Pertanyaan pun bermunculan dari masyarakat mengenai fungsi pengawasan yang seharusnya dijalankan oleh pihak terkait.

‎Apakah pengawasan berjalan sebagaimana mestinya, atau justru terjadi pembiaran yang disengaja, menjadi tanda tanya besar yang belum terjawab.

‎Situasi ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan di daerah, terutama terkait pentingnya menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman dan layak bagi peserta didik.

‎Lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar yang nyaman justru berubah menjadi area yang berisiko bagi siswa.

‎Hingga saat ini, belum terlihat langkah konkret dari pihak sekolah maupun instansi terkait untuk menangani permasalahan tersebut.

‎Masyarakat berharap instansi berwenang segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, baik terhadap pengelolaan lingkungan sekolah maupun penggunaan anggaran.

‎Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kepercayaan publik yang tergerus, tetapi juga keselamatan anak-anak yang menjadi taruhannya.

‎Reporter Sabri

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *