Dari Kaderisasi hingga Dinasti, Duel Panas di Musda Golkar Jabar

- Penulis

Jumat, 3 April 2026 - 05:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Kompas1.id
Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 1–3 April 2026 di Hotel Trans Bandung dipastikan akan berlangsung panas. Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily, dipastikan tidak akan ikut dalam bursa pencalonan ketua.

Keputusan tersebut diambil seiring dorongan agar Ace Hasan fokus pada tugas barunya sebagai Gubernur Lemhannas. Mundurnya sosok petahana ini otomatis membuka ruang kontestasi yang lebih terbuka dan kompetitif di internal partai.

Dengan absennya Ace Hasan, peta persaingan mengerucut pada dua nama kuat yang diprediksi akan bertarung secara langsung. Keduanya adalah Daniel Mutaqien Syafiuddin dan Ahmad Hidayat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Daniel Mutaqien Syafiuddin dikenal sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Jawa Barat VIII. Ia juga merupakan putra dari Irianto MS Syafiuddin, tokoh senior Golkar yang pernah memimpin DPD Golkar Jawa Barat.

Karier politik Daniel dinilai berkembang stabil dengan dukungan jaringan yang kuat. Namun, latar belakang keluarganya juga kerap menjadi sorotan, mengingat ayahnya pernah terseret kasus hukum terkait proyek PLTU Indramayu saat menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat.

Baca Juga:  PENGAMANAN RESES ANGGOTA DEWAN KABUPATEN BANDUNG OLEH POLSEK MARGAASIH POLRES CIMAHI.

Sementara itu, Ahmad Hidayat tampil sebagai figur alternatif dengan rekam jejak organisasi yang cukup panjang di internal partai. Ia saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Barat dan Ketua DPD AMPI Jawa Barat. Sejak 2020, Ahmad aktif dalam struktur kepengurusan Golkar Jawa Barat dan telah dua periode duduk sebagai legislator provinsi.

Persaingan antara keduanya dinilai mencerminkan dua pendekatan berbeda dalam dinamika kepemimpinan partai: antara figur dengan basis jaringan politik kuat dan figur yang tumbuh dari proses kaderisasi internal.

Sejumlah kader Golkar di Jawa Barat menyebut kedua nama tersebut memiliki peluang yang sama besar untuk memimpin partai ke depan. Namun, harapan terhadap figur yang lahir dari proses kaderisasi tetap  ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPW Tegaskan Dukungan untuk Kelancaran Verifikasi dan Penguatan Struktur Partai Politik
Muhaimin Tegaskan PKB Tak Hanya Bicara Politik, Harlah ke-28 Diisi Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan
Anggota DPR RI Hadirkan Pecinta Seni dalam Sosialisasi Pemilih Berkelanjutan
Abang Surahman, S.H. Terpilih Aklamasi Pimpin PBVSI Kapuas Hulu Periode 2026–2030
Rakerda Pelantikan DPC dan Relawan DPD PAN Kabupaten Bandung
‎Mahkamah Partai PAN Tolak Gugatan Legislator Aceh Singkil, Tegaskan PAW Inisial HA Sah dan Final! ‎
PAC PKB Kabupaten Bandung Sembelih 5 Sapi Kurban di Idul Adha, Perkuat Semangat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial
Anggota Fraksi PDI Perjuangan Nia Purnakania Jalankan Tugas dan Fungsi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Patrolsari
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 01:04 WIB

Ketua DPW Tegaskan Dukungan untuk Kelancaran Verifikasi dan Penguatan Struktur Partai Politik

Minggu, 19 Juli 2026 - 05:36 WIB

Muhaimin Tegaskan PKB Tak Hanya Bicara Politik, Harlah ke-28 Diisi Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:47 WIB

Anggota DPR RI Hadirkan Pecinta Seni dalam Sosialisasi Pemilih Berkelanjutan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:12 WIB

Abang Surahman, S.H. Terpilih Aklamasi Pimpin PBVSI Kapuas Hulu Periode 2026–2030

Selasa, 7 Juli 2026 - 04:22 WIB

Rakerda Pelantikan DPC dan Relawan DPD PAN Kabupaten Bandung

Berita Terbaru