Tingkatkan Transparansi, SPPG Kota Pekalongan Mulai Terapkan Label pada Paket Menu MBG

Pemerintah57 Dilihat

Kota Pekalongan Kompas1.id 

Upaya meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Pekalongan. Salah satu langkah yang kini mulai diterapkan adalah pemberian label pada setiap paket menu MBG yang didistribusikan kepada penerima manfaat.

banner 336x280

Koordinator SPPG Dapur MBG Kota Pekalongan, M. Noor Faishal Zakiy, menyampaikan bahwa, pemberian label pada kemasan paket makanan merupakan bagian dari upaya keterbukaan informasi kepada masyarakat sekaligus memastikan keamanan konsumsi makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.

Menurutnya, label yang saat ini diterapkan pada paket menu MBG di Kota Pekalongan berisi informasi terkait batas waktu konsumsi makanan. Informasi tersebut penting agar makanan yang diterima tetap dikonsumsi dalam kondisi layak dan aman.

“Untuk saat ini label yang dicantumkan pada kemasan paket MBG berkaitan dengan batas waktu konsumsi. Ini penting agar makanan yang diterima oleh siswa maupun penerima manfaat lainnya bisa dikonsumsi dalam waktu yang tepat sehingga kualitasnya tetap terjaga,” ujar Faishal saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa, penerapan label ini merupakan bagian dari langkah awal menuju sistem informasi menu yang lebih lengkap dan transparan bagi masyarakat. Ke depan, label pada paket MBG akan terus disempurnakan dengan tambahan informasi lain yang lebih detail.

Faishal mengungkapkan bahwa, dalam tahap pengembangan berikutnya, SPPG Kota Pekalongan juga akan menambahkan informasi mengenai harga serta kandungan gizi dari setiap menu yang disajikan.

“Ke depan, label tersebut tidak hanya berisi batas waktu konsumsi, tetapi juga akan ditambahkan informasi mengenai harga serta kandungan gizi makanan. Saat ini untuk kandungan gizi sementara kami sosialisasikan melalui media sosial masing-masing SPPG,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa, penyempurnaan informasi label tersebut ditargetkan dapat diterapkan secara menyeluruh setelah Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Dengan demikian, seluruh paket menu MBG yang didistribusikan di Kota Pekalongan nantinya akan memiliki informasi yang lebih lengkap.

“Target kami setelah Lebaran sudah bisa diterapkan secara menyeluruh, sehingga informasi pada kemasan paket MBG menjadi lebih lengkap dan mudah dipahami oleh masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, Faishal juga menjelaskan bahwa, pada beberapa daerah telah mulai dicantumkan keterangan jenis porsi pada label paket MBG, yakni porsi besar dan porsi kecil. Penjelasan ini bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan gizi berdasarkan kelompok penerima manfaat.

Ia memaparkan bahwa porsi besar diperuntukkan bagi siswa tingkat SD kelas 4 hingga kelas 6, kemudian siswa SMP hingga SMA sederajat, serta kelompok ibu hamil dan ibu menyusui. Sementara itu, porsi kecil diberikan kepada balita serta siswa SD kelas 1 hingga kelas 3.

“Porsi besar diberikan untuk siswa SD kelas 4 sampai 6, kemudian SMP, SMA sederajat, serta kelompok ibu hamil dan ibu menyusui. Sedangkan porsi kecil diperuntukkan bagi balita dan anak SD kelas 1 sampai 3,” terangnya.

Dengan adanya pemberian label pada paket menu MBG tersebut, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai makanan yang dikonsumsi. Langkah ini juga menjadi bentuk komitmen SPPG Kota Pekalongan dalam menghadirkan layanan program MBG yang transparan, akuntabel, serta tetap memperhatikan aspek keamanan dan kualitas gizi bagi para penerima manfaat.

“Melalui inovasi ini, kami optimistis program MBG dapat terus berjalan dengan baik serta semakin dipercaya oleh masyarakat sebagai salah satu upaya peningkatan pemenuhan gizi, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan,”tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/ Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *