.Umuh Muchtar mengaku telah Melayangkan Surat Keberatan dan Meminta agar Pertandingan krusial Persib Bandung, Termasuk saat Menghadapi Borneo FC Samarinda, dapat Dipimpin pengadil dari Luar Negeri.

Olahraga13 Dilihat

Bandung Kompas1.id
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengaku sudah memiliki firasat terkait potensi persoalan dari perangkat pertandingan bahkan sebelum laga dimulai.

“Dari awal saya sudah bilang, ini pasti nanti masalahnya wasit. Dan benar kan akhirnya kejadian,” ujar Umuh Muchtar saat dihubungi, Selasa (3/3/2026).

banner 336x280

Salah satu yang disorot Umuh Muchtar adalah gol Kakang Rudianto yang dianulir. Ia menilai gol tersebut sudah jelas dan terjadi dalam jarak dekat, namun setelah ditinjau melalui VAR justru dianggap tidak sah.

“Itu sudah dekat dan jelas gol. Tapi dibuka VAR, malah jadi tidak jelas,” kata Umuh Muchtar.

Secara umum, Umuh Muchtar menilai kepemimpinan wasit dalam laga Persebaya vs Persib Bandung terlihat tidak biasa. Ia bahkan mempertanyakan apakah ada tekanan tertentu yang memengaruhi jalannya pertandingan.

“Kelihatan sekali seperti ada yang menjamin. Seolah-olah dia tidak akan dipecat atau diberhentikan,” ujar Umuh Muchtar.

Meski keras mengkritik, Umuh Muchtar menegaskan dirinya tidak selalu menyalahkan wasit setiap Persib Bandung kalah. Ia mencontohkan saat laga di Bandung dengan kepemimpinan wasit yang dinilai adil, dirinya tidak melakukan protes berlebihan dari bangku cadangan.

“Kalau wasitnya bagus, saya biasa saja. Tidak ada protes,” ucap Umuh Muchtar.

Umuh Muchtar juga menyinggung situasi yang dialami pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. Menurut Umuh Muchtar, Bojan Hodak tidak melakukan protes berlebihan, tetapi tetap diganjar kartu kuning.

“Bojan Hodak tidak terlalu teriak apa-apa, langsung dikartu kuning. Lucu dan aneh. Seperti sudah ada rencana, Bojan Hodak bergerak sedikit langsung dikartu,” kata Umuh Muchtar.

Umuh Muchtar mengaku telah melayangkan surat keberatan dan meminta agar pertandingan krusial Persib Bandung, termasuk saat menghadapi Borneo FC Samarinda, dapat dipimpin pengadil dari luar negeri.

“Kalau pertandingan besar seperti ini, minimal wasit asing. Kita kan punya wasit asing yang sudah kontrak. Biasanya mereka lebih netral dan tidak mudah diintervensi,” ujar Umuh Muchtar.*** Red

#persib

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *