343 Jamaah Haji Kota Pekalongan Siap Berangkat

Berita, Pekalongan165 Dilihat

Kota Pekalongan – KOMPAS1.id ||

Sebanyak 343 jamaah haji asal Kota Pekalongan dipastikan siap diberangkatkan pada musim haji tahun 1447 H/2026 M. Seluruh tahapan persiapan, mulai dari manasik hingga distribusi souvenir, telah berjalan dengan baik dan hampir seluruhnya tuntas.

banner 336x280

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekalongan, Rindiyantono atau akrab disapa Antono, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa siang (3/3/2026), menjelaskan bahwa secara umum proses penyelenggaraan ibadah haji, baik di tingkat Kota Pekalongan maupun Jawa Tengah, berjalan lancar.

“Untuk penyelenggaraan haji di tingkat Kota Pekalongan ataupun bisa saya katakan secara Jawa Tengah, Alhamdulillah tahapan proses-prosesnya berjalan dengan baik dan lancar ,” ungkap Antono.

Ia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap distribusi souvenir bagi para jamaah. Souvenir tersebut didistribusikan melalui pihak bank dan berisi perlengkapan seperti kain umroh, kain batik nasional, serta perlengkapan lainnya.

“Kami kemarin sudah memantau perolehan souvenir dari bank yang isinya kain umroh, kain batik nasional, dan sebagainya. Kami pantau dengan maksud untuk mengetahui jamaah haji Kota Pekalongan itu sudah mendapatkan semua belum, termasuk jamaah yang lunas tunda,” jelasnya.

Menariknya, jamaah yang masuk kategori lunas tunda, yakni yang telah melunasi biaya haji tahun sebelumnya namun tertunda keberangkatannya tahun ini kembali mendapatkan souvenir. Hal tersebut dikarenakan adanya perubahan signifikan pada batik nasional yang dibagikan.

“Jamaah yang lunas tunda walaupun tahun kemarin sudah mendapatkan souvenir, tahun ini alhamdulillah mendapatkan kembali. Mengapa? Karena batik nasionalnya berubah, ada perbedaan yang sangat signifikan dari warnanya maupun dari bentuk motifnya. Alhamdulillah laporan ke kami, jamaah lunas tunda pun mendapatkan souvenir yang sama dengan jamaah yang mau berangkat tahun ini,” imbuhnya.

Dari total awal 344 jamaah, satu jamaah dilaporkan meninggal dunia, sehingga jumlah jamaah yang siap berangkat saat ini menjadi 343 orang. Untuk distribusi souvenir sendiri, Antono menyebutkan prosesnya hampir rampung.

“Souvenir sudah hampir selesai. Dari jamaah kita 343 itu mungkin kalau kami pantau kurang sekitar 20-an. Kami minta jamaah untuk ngelist dalam daftar siapa saja yang sudah menerima. Kalau masalah menjahitnya, itu teknis masing-masing jamaah,” terangnya.

Selain souvenir, pembagian koper haji juga tengah dipersiapkan. Secara teknis, koper akan diambil terlebih dahulu oleh pihak Kemenhaj, kemudian diinformasikan kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) maupun koordinator jamaah Non-KBIHU atau mandiri untuk diambil dan didistribusikan kepada masing-masing jamaah.

“Kami nanti menunggu pembagian koper. Biasanya teknisnya kami ambil dulu, lalu kami informasikan kepada KBIHU maupun Non-KBIHU yang mandiri untuk mengambil di tempat kami, baru mereka mendistribusikan ke masing-masing jamaahnya,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kegiatan manasik haji, seluruh rangkaian telah selesai dilaksanakan. Manasik tingkat kota dilaksanakan satu kali di Hotel Dafam Pekalongan, sedangkan manasik tingkat kecamatan digelar sebanyak empat kali di tiga titik lokasi (Kecamatan Pekalongan Barat, Selatan serta Timur bergabung dengan Utara)

“Manasik Alhamdulillah sudah selesai. Manasik tingkat kota yang satu kali di Hotel Dafam sudah selesai, yang empat kali di tingkat masing-masing kecamatan terbagi tiga titik yaitu Kecamatan Pekalongan Barat, Selatan, dan Timur bergabung dengan Utara, juga sudah selesai,” tutur Antono.

Ia menegaskan bahwa manasik menjadi bekal penting bagi jamaah agar lebih siap secara pengetahuan dan mental dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Terkait kondisi kesehatan jamaah, Antono menyebut hal tersebut menjadi perhatian utama. Pihak Kemenhaj terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat serta memantau melalui ketua regu dan ketua rombongan masing-masing.

“Kondisi kesehatan ini menjadi ranah yang penting. Untuk kondisi kesehatan jamaah tetap kami pantau melalui ketua regu maupun ketua rombongan, dan kita berkoordinasi dengan dinas kesehatan. Kalau ada sesuatu yang menjadikan catatan tersendiri atau perlu penanganan khusus dalam rangka penantian pemberangkatan ini, nanti kami dengan dinas kesehatan akan selalu bersinergi untuk mengatasi dan menyelesaikan solusinya,” tegasnya.

Ia berharap seluruh jamaah yang berjumlah 343 orang dapat berangkat tanpa kendala hingga proses pemeriksaan kesehatan di embarkasi. Dengan tuntasnya manasik, hampir rampungnya distribusi souvenir, serta pemantauan kesehatan yang terus dilakukan, pihaknya optimistis seluruh jamaah haji tahun ini dapat berangkat dalam kondisi siap lahir dan batin, menuju Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima.

“Harapannya karena jamaah kita yang 343 ini, mudah-mudahan bisa lancar semua. Termasuk pemeriksaan kesehatan nanti di embarkasi pasti diperiksa kembali. Mudah-mudahan semuanya lancar, tidak ada yang harus tertunda, tertinggal, atau bahkan tidak bisa berangkat,” pungkas Antono penuh harap.(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *