Ramadan: Gorengan di Garis Terdepan, Es Cendol Tetap Setia Menemani

Berita, Daerah189 Dilihat

KOMPAS1.id ||  Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di setiap sudut jalan. Menjelang waktu berbuka, aktivitas masyarakat perlahan berubah menjadi lebih hangat dan penuh antusias. Jalanan yang semula sepi mulai ramai oleh orang-orang yang berburu hidangan berbuka, sementara aroma makanan khas Ramadan tercium, menciptakan nuansa yang hanya hadir setahun sekali.

banner 336x280

Di antara berbagai pilihan takjil, gorengan selalu berada di garis terdepan. Pisang goreng yang renyah, bala-bala yang gurih, tahu isi yang hangat, hingga risoles yang lembut seakan menjadi menu wajib saat azan magrib hampir berkumandang. Kehadirannya sederhana, namun mampu menghadirkan rasa nyaman dan kebersamaan bagi siapa saja.

Gorengan bukan sekadar makanan pembuka puasa, melainkan simbol kebiasaan yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat. Dari anak-anak hingga orang tua, semua memiliki kenangan tersendiri tentang menikmati gorengan hangat setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Setiap gigitan terasa seperti hadiah kecil setelah perjuangan berpuasa.

Di balik kehangatan gorengan, hadir minuman yang tak pernah kehilangan tempat di hati masyarakat: es cendol. Perpaduan gula merah yang manis, santan yang gurih, serta butiran cendol yang lembut menghadirkan kesegaran yang langsung menghapus rasa haus. Dingin dan manisnya menjadi pelengkap sempurna lidah saat berbuka.

Es cendol bukan hanya pelepas dahaga, tetapi juga bagian dari tradisi kuliner Ramadan yang terus bertahan dari generasi ke generasi hinga saat ini. Banyak orang rela berhenti sejenak di pinggiran jalan demi menikmati segelas kesegaran yang membawa rasa nostalgia masa kecil dan kebersamaan keluarga.

Perpaduan gorengan dan es cendol menghadirkan harmoni rasa yang sederhana namun bermakna. Dari lapak pedagang kaki lima hingga meja makan di rumah, keduanya selalu hadir sebagai pasangan setia yang menyatukan cerita, tawa, dan rasa syukur di waktu berbuka puasa.

Pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang merayakan kebersamaan dalam hal-hal sederhana. Gorengan di garis terdepan dan es cendol yang setia menemani menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali hadir dari tradisi kecil yang terus dirawat setiap tahunnya.(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *