- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Kompas1 id
Ribuan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung terendam banjir hingga Minggu (12/4/2026). Banjir terjadi akibat hujan deras yang menyebabkan Sungai Citarum, Cipalasari, dan Cigede meluap.

Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, mengatakan banjir mulai menggenang sejak Sabtu (11/4/2026) malam. Ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai 1,6 meter.

“Iya banjir ini dari luapan sungai Citarum, Cipalasari dan Cigede. Air langsung merendam permukiman warga,” ujar Asep.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebutkan banjir merendam tiga desa dan satu kelurahan, yakni Desa Dayeuhkolot, Desa Citeureup, Desa Cangkuang Wetan, serta Kelurahan Pasawahan.

“Area paling parah terdampak banjir di Kampung Cilisung, dan Kampung Bojongasih, Desa Dayeuhkolot. Tinggi Muka Air (TMA) rata-rata mencapai 120 sentimeter hingga 160 sentimeter,” katanya.

Selain itu, banjir juga merendam Kampung Kaum dan Babakan Sangkurang dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 100 sentimeter. Jalan Raya Dayeuhkolot turut terendam setinggi 50 hingga 100 sentimeter sehingga mengganggu akses transportasi.

“Jalan Raya Dayeuhkolot juga terendam sekitar 50 sentimeter hingga 100 sentimeter,” jelasnya.

Di Desa Dayeuhkolot, sebanyak 4.800 kepala keluarga atau sekitar 14.400 jiwa terdampak. Sejumlah warga memilih mengungsi ke shelter yang telah disediakan.

“Sebanyak 14 kepala keluarga dan 38 jiwa mengungsi. Jumlah itu 21 orang dewasa, 2 anak-anak, 5 lansia, 1 orang disabilitas, 4 anak SD, 4 anak SMP, dan 1 anak SMA,” ucapnya.

Baca Juga:  Inovasi Batik Tapis Filosofi Dalam Sentuhan Modern

Sementara di Desa Citeureup, banjir merendam wilayah RW 1 hingga RW 8, RW 10, serta RW 13 hingga RW 17 dengan ketinggian air antara 10 hingga 60 sentimeter.

“Di Desa Citeureup totalnya sebanyak 426 kepala keluarga dan sebanyak 1.288 jiwa terdampak banjir,” ungkapnya.

Sebanyak 17 kepala keluarga atau 51 jiwa mengungsi di Masjid Annur. “Dari jumlah tersebut terdiri dari 36 orang dewasa, 5 orang lansia, 8 orang balita, 1 bayi, 2 orang ibu menyusui, 1 orang disabilitas, 5 orang anak SD, 2 orang anak SMP,” jelas Asep.

Di Desa Cangkuang Wetan, banjir merendam Kampung Cibedug Hilir RW 1 dan Kampung Cibedug Girang RW 2 dengan ketinggian air 70 sentimeter hingga 1,3 meter.

“Kalau di Desa Cangkuang Wetan totalnya sebanyak 575 kepala keluarga dan sebanyak 1.725 jiwa terdampak banjir,” kata Asep.

Sedangkan di Kelurahan Pasawahan, banjir merendam Kampung Palasari di RW 2 dan RW 3 dengan ketinggian air 30 hingga 40 sentimeter.

“Jumlah kepala keluarga yang terdampak di Kelurahan Pasawahan sebanyak 86 dan sebanyak 258 jiwa,” bebernya.

Saat ini, sejumlah akses jalan terputus akibat genangan banjir. Petugas masih melakukan pendataan dan siaga di lokasi untuk mengantisipasi banjir susulan.

“Kebutuhan mendesak saat ini makanan siap saji, selimut, sembako, alat kebersihan, troli, dan karung,” pungkasnya. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo
Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.
Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara
Menembak Begal*
‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha
Warga Rancaekek Gempar, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Citarik
KDS Berikan Beasiswa S2 untuk Duta Pesantren Kabupaten Bandung
Kekuatan Nama ‘Dedi’ di Jawa Barat: Kang Dedi Mulyadi Kumpulkan Sesama Pemilik Nama, Langsung Viral
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:59 WIB

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:50 WIB

Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:55 WIB

‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB