Bupati Dony menegaskan, Sumedang memiliki posisi strategis dalam pengembangan Rebana, khususnya pada tiga kecamatan yang masuk kawasan industri yakni Buahdua, Ujungjaya dan Tomo (Butom)

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumedang Kompas1.id
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menandatangani Kesepakatan Bersama antara Gubernur Provinsi Jawa Barat dengan tujuh Kabupaten/Kota tentang pembangunan dan pengembangan Kawasan Rebana di Aula Barat Gedung Sate, Kamis (26/2/2026).

Selain penandatanganan kesepakatan pengembangan kawasan industri, dilakukan deklarasi sinergitas pembangunan, kerja sama promosi investasi global, penguatan pengembangan SDM vokasi hingga peluncuran portal digital Rebana untuk memudahkan investor dunia mengakses potensi kawasan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah daerah kawasan Rebana, Forkopimda, serta berbagai mitra strategis nasional dan internasional dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis industri berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kawasan Rebana merupakan koridor ekonomi masa depan Jawa Barat bahkan Indonesia, dengan potensi kawasan industri mencapai lebih dari 43 ribu hektare yang mencakup tujuh daerah yakni Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Sumedang, Majalengka, Subang, Indramayu dan Kuningan.

Minat investasi ke Rebana terus meningkat, Jepang, Uni Emirat Arab, Rusia hingga Tiongkok. Bahkan kerja sama internasional mulai diperluas melalui kolaborasi dengan lembaga riset investasi dari Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Kawasan Rebana diproyeksikan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan daya saing industri nasional. Saat ini investasi di Rebana telah mencapai Rp36,67 triliun dan berhasil menciptakan sekitar 86 ribu lapangan kerja.

Baca Juga:  Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Kejaksaan Negeri Sumedang memusnahkan barang bukti perkara pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sumedang,

Bupati Dony menegaskan, Sumedang memiliki posisi strategis dalam pengembangan Rebana, khususnya pada tiga kecamatan yang masuk kawasan industri yakni Buahdua, Ujungjaya dan Tomo (Butom). Percepatan pembangunan kawasan industri akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Ketika kawasan industri dipercepat, ekonomi akan bergerak, kesempatan kerja terbuka luas dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat meningkat. Namun industri yang dikembangkan harus tetap ramah lingkungan berbasis green energy,” kata Dony.

Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen mengawal pembangunan industri agar berjalan seimbang antara kemajuan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Selain pengembangan industri, dalam kesempatan tersebut juga disepakati langkah bersama penertiban pertambangan ilegal melalui kolaborasi pemerintah provinsi, aparat penegak hukum serta pemerintah daerah.

“Tambang ilegal harus ditertibkan dan tambang legal harus berjalan sesuai aturan, melakukan reklamasi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Infrastruktur di kawasan tambang juga akan menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Bupati berharap kesepakatan tersebut dapat mempercepat masuknya investasi ke Sumedang sekaligus mempersiapkan masyarakat sebagai subjek pembangunan melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja. “Mohon doa masyarakat Sumedang, mudah-mudahan investasi segera masuk dan masyarakat kita siap menjadi tenaga kerja terampil serta pelaku utama pembangunan,” katanya.

Sumber: Humas Sumedang
***Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Program Perumahan Rakyat, termasuk Bedah Rumah dan Bantuan
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Kejaksaan Negeri Sumedang memusnahkan barang bukti perkara pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sumedang,
Aksi Nekad di Lakukan Anak kandung Mencuri Mobil Milik Ayah nya sendiri di Sumedang
WABUP SUMEDANG PERINTAH WASPADAI PENYALAHGUNAAN DANA PIP – 644 SISWA TERIMA BEASISWA MELALUI JALUR ASPIRASI FARAH PUTRI
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memastikan lima warga Desa Cikareo Utara. Kecamatan Wado yang terlantar di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati M. Fajar Aldila menyerahkan insentif bagi tenaga pendidik Diniyah atau guru ngaji (TPA, TPQ, dan DTA) secara simbolis. Penyerahan tersebut dilakukan
Bupati Sumedang Dukung Mendukung dan Menyukseskan Program Pioritas Nasional Presiden Prabowo Subianto
Bupati Sumedang Lantik Tiga Pejabat Eselon II, Tekankan Kerja Cepat dan Turun ke Lapangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 04:49 WIB

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Program Perumahan Rakyat, termasuk Bedah Rumah dan Bantuan

Senin, 30 Maret 2026 - 09:44 WIB

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Kejaksaan Negeri Sumedang memusnahkan barang bukti perkara pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sumedang,

Jumat, 27 Maret 2026 - 01:25 WIB

Aksi Nekad di Lakukan Anak kandung Mencuri Mobil Milik Ayah nya sendiri di Sumedang

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:59 WIB

WABUP SUMEDANG PERINTAH WASPADAI PENYALAHGUNAAN DANA PIP – 644 SISWA TERIMA BEASISWA MELALUI JALUR ASPIRASI FARAH PUTRI

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:40 WIB

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memastikan lima warga Desa Cikareo Utara. Kecamatan Wado yang terlantar di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB